Setelah Diperiksa TGPF, Iriawan Ungkap Isi Pertemuannya dengan Novel Baswedan

Diketahui bahwa Iriawan dipanggil oleh TGPF sebagai saksi terkait kasus penyiraman air keras terhadap Novel.

Setelah Diperiksa TGPF, Iriawan Ungkap Isi Pertemuannya dengan Novel Baswedan
Kompas.com/Nibras Nada Nailufar
Kapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan di Pergudangan Green Sedayu Biz Park Jakarta Timur, Selasa (24/1/2017). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Mochammad Iriawan mengungkapkan isi pertemuan dirinya dengan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan setelah diperiksa oleh Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel.

Diketahui bahwa Iriawan dipanggil oleh TGPF sebagai saksi terkait kasus penyiraman air keras terhadap Novel.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, setelah dipanggil oleh TGPF, Iriawan lantas mengungkapkan isi pertemuannya dengan Novel saat berada di polda Metro Jaya.

 

Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan saat menjenguk penyidik KPK Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Srlasa (11/4/2017)
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan saat menjenguk penyidik KPK Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Srlasa (11/4/2017) (Kompas.com)

 Ia mengungkapkan bahwa saat itu dirinya dan Novel berdiskusi perihal kemungkinan kerja sama antara pihak kepolisian dengan KPK dalam menangani kasus.

 

Dijelaskannya, pertemuan itu untuk mendiskusikan penanganan sejumlah kasus oleh KPK.

"Kemudian kita diskusi di kantor, berkaitan dengan penanganan kasus-kasus oleh KPK, bisa enggak kolaborasi, terutama kasus besar, itu substansi pertama pertemuan saya (dengan Novel)," jelas Iriawan, Kamis (11/7/2019).

Lebih lanjut, Iriawan juga mengungkapkan isi kunjungannya ke kediaman Novel seperti yang ditanyakan oleh TGPF kepadanya.

Ia menjelaskan bahwa saat itu dirinya hadir untuk bersilaturahmi ketika anak Novel lahir.

 

Selain itu, dikatakan pula sahabat Novel lainnya juga ikut menghadiri acara silaturahmi tersebut.

"Wajarlah saya silaturahmi ya, ya itu saja, sudah," ungkap Iriawan.

Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) ini juga menegaskan, pertemuan-pertemuannya sebelumnya itu tidak berkaitan dengan kasus penyiraman air keras terhadap Novel.

Dirinya juga mengaku tak pernah memperingatkan Novel sebelum penyarangan itu terjadi.

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved