Ibadah Haji 2019

Hamil 7 Bulan, Calon Jemaah Haji Asal Jawa Barat Dipulangkan

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jawa Barat kembali memulangkan seorang jemaah haji akibat ketahuan hamil dengan usia kandungan 29 pekan.

Hamil 7 Bulan, Calon Jemaah Haji Asal Jawa Barat Dipulangkan
Kompas.com/Thinkstockphotos
Ilustrasi ibu hamil diperiksa 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jawa Barat kembali memulangkan seorang jemaah haji akibat ketahuan hamil dengan usia kandungan 29 pekan atau sudah lebih dari 7 bulan.

Ketua Panitia Bidang Kesehatan PPIH Jawa Barat Yani Dwiyuli mengatakan, jemaah haji yang dipulangkan karena kedapatan hamil atas nama, Dedeh Kurnia (39) asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dedeh ketahuan sedang hamil saat petugas bidang kesehatan melakukan pemeriksaan di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Jalan Kemakmuran, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

"Dia termasuk ke dalam kloter (kelompok terbang) 15, harusnya hari ini diberangkatkan tapi karena ketika kita periksa dia hamil 29 pekan," kata Yuli di Bekasi, Kamis (11/7/2019).

Usia kandungan yang diperbolehkan untuk berangkat haji sesuai peraturan Menteri Kesehatan yakni minimal 14 pekan dan maksimal 26 pekan.

Yuli menjelaskan, pihaknya mengetahui Dedeh tengah mengandung 29 pekan ketika pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh.

"kalau wanita usia subur kita pemeriksaan salah satunya urine test, ketika urine tes ada dugaan positif hamil, kita lakukan USG dan ternyata benar terlihat kandungannya," jelas dia.

Setiap jemaah haji sebelum tiba di Asrama Haji Embarkasi Bekasi telah melalui dua tahap cek kesehatan. Namun, pada saat tes sebelumnya, Dedeh masih dikatakan negatif.

"Sebenernya kan kalau kehamilan sudah tinggi dia sudah harus dicancel di daerah, tapi di daerah informasinya negatif," ujarnya.

Dedeh dipulangkan ke daerah asalnya, adapun dia rencananya berangkat haji bersama suaminya. Namun sang suami memilih tetap berangkat meski tidak didampingi istrinya.

"Jadi dia (Dedeh) kita pastikan ditunda keberangkatannya tahun depan karena kondisi kandungan yang tidak diperkenankan melakukan haji," tegasnya.

Sebelumnya, satu orang calon jemaah haji bernama Neng Sarah Asep asal Kabupaten Cianjur Jawa Barat yang masuk ke dalam kloter 2, dipastikan gagal berangkat ke tanah suci lantaran hamil dengan usia kandungan 11 pekan.

 (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved