Polemik Ratna Sarumpaet

Jaksa Agung Akan Pelajari Vonis 2 Tahun Ratna Sarumpaet

Ia pun mengatakan akan membahas vonis Ratna Sarumpaet itu bersama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum).

Editor: Ardhi Sanjaya
Wartakotalive.com/Dany Permana
Jaksa Agung HM Prasetyo (tengah). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM --  Jaksa Agung HM  Prasetyo mengaku akan mempelajari putusan dua tahun penjara terhadap  Ratna Sarumpaet dalam kasus penyebaran berita bohong atau hoaks.

Prasetyo mengatakan, pemberian vonis tersebut di bawah protap atau prosedur tetap Kejaksaan Agung.

 

 

“Kalau sesuai protap yang harapan kita vonis setidak-tidaknya 2/3 tuntutan, tapi dalam kasus itu kan hanya 1/3,” ungkap  Prasetyo ditemui di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Pusat, Jumat (12/7/2019).

Ia pun mengatakan akan membahas vonis  Ratna Sarumpaet itu bersama  Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum).

Prasetyo akan mempertimbangkan apakah ada tindakan hukum lanjutan setelah membahas putusan kasus tersebut.

“Kami tengah pertimbangkan apakah ada langkah hukum lagi yang harus dilakukan atau tidak,” pungkas Prasetyo.

 

Ratna diputus bersalah oleh majelis hakim, sesuai Pasal 14 ayat (1) Undang Undang nomor 1 tahun 1947 karena kebohongan yang dia buat menimbulkan keonaran.

Adapun lima alasan hakim vonis Ratna Sarumpaet 2 tahun pidana penjara :

1. Kebohongan Ratna berhasil pengaruhi Prabowo Subianto dan orang dekatnya

Majelis Hakim menyatakan  Ratna Sarumpaet berhasil mempropaganda para elite Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

Termasuk terhadap calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sendiri.

Aktivis Ratna Sarumpaet menjalani sidang vonis kasus penyebaran berita bohong atau hoaks di Pengadilan Negeri  Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019). Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada Ratna Sarumpaet karena dianggap bersalah telah menyebarkan hoaks yang mengakibatkan keonaran seperti diatur dalam Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana. Tribunnews/Jeprima
Aktivis Ratna Sarumpaet menjalani sidang vonis kasus penyebaran berita bohong atau hoaks di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019). Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada Ratna Sarumpaet karena dianggap bersalah telah menyebarkan hoaks yang mengakibatkan keonaran seperti diatur dalam Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

"Terdakwa telah berhasil memengaruhi dan mempropagandakan mereka hingga akhirnya mereka melakukan upaya memperjuangkan keadilan terhadap terdakwa," ujar Hakim.

Hakim menyebut cerita bohong soal Ratna yang dipukuli hingga lebam tidak hanya disampaikan kepada staf dan keluarga Ratna saja.

Menurut Hakim, ini berbeda dengan pernyataan Ratna yang mengaku berbohong kepada keluarga karena malu. Menurut Hakim, Ratna malah melanjutkan cerita bohong itu saat bertemu dengan elite BPN dan Prabowo. Status Ratna sebagai juru kampanye BPN, kata Hakim, membuat BPN dan Prabowo bereaksi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved