Kasus Anjing Masuk Masjid di Sentul Bogor Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan

Kasus anjing masuk masjid di Sentul, Kabupaten Bogor yang melibatkan tersangka SM (52) kini sudah dilimpahkan oleh Polres Bogor ke Kejaksaan

Kasus Anjing Masuk Masjid di Sentul Bogor Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan
Kompas.com
Seorang wanita berkacamata hitam diperika Polres Bogor setelah aksinya viral di Media Sosial Twitter(Dokumentasi Polres Bogor) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Kasus anjing masuk masjid di Sentul, Kabupaten Bogor yang melibatkan tersangka SM (52) kini sudah dilimpahkan oleh Polres Bogor ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor.

Juru Bicara Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Regie Komara mengatakan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait perkara ini sudah diterima oleh kejaksaan.

Diketahui, SPDP tersebut bernomor B/77/VII/2019/Reskrim dikirim Polres Bogor tanggal 1 Juli 2019, sementara Berkas Perkara bernomor BP/72/VII/2019/Reskrim dikirim tanggal 10 Juli 2019.

"Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor telah menindak lanjuti SPDP tersebut dengan menerbitkan surat perintah penunjukan Jaksa Penuntut Umum (JPU)," kata Regie kepada wartawan, Jumat (12/7/2019).

Pria yang juga menjabat sebagai Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor ini menuturkan bahwa saat ini pihaknya tengah memeriksa kelengkapan berkas.

Serta, kata dia, pihaknya punya waktu 14 hari kerja sejak berkas diterima sampai berkas lengkap dan dinyatakan P21.

"Sampai saat ini tim jaksa peneliti Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor masih memeriksa kelengkapan formil dan materil berkas perkara tersebut," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, video pertengkaran SM (52) dengan pengurus masjid di dalam sebuah masjid di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor viral di media sosial pada Minggu (30/6/2019) lalu.

Dalam video amatir berdurasi sekitar 1 menit itu memperlihatkan SM membawa seekor anjing masuk ke dalam ruangan masjid.

Penyidik Polres Bogor menetapkan SM sebagai tersangka penodaan agama Pasal 156a KUHP.

Setelah diperiksa, SM juga dinyatakan mengidap gangguan jiwa namun kasus tetap berlanjut ke pengadilan.

"Kalau pun hasil kejiwaan tersebut memang memiliki gangguan kejiwaan, seperti yang dimaksud dengan pasal 44 ayat 2 KUHP, itu semua nanti diputuskan di pengadilan. Jadi atas keputusan hakim di pengadilan. Perbuatan pidananya tetap kita sidik, hasil ahli jiwa juga kita akan sampaikan di depan pengadilan, nanti keputusannya," ungkap Dicky pada Selasa (2/7/2019) lalu.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved