Tuai Kontroversi, Aturan RW Denda Pezina Rp 1,5 Juta Bakal Dihapus

Lurah Mulyorejo, Syahrial Hamid mengatakan, pihaknya juga sudah minta supaya tata tertib itu direvisi.

Tuai Kontroversi, Aturan RW Denda Pezina Rp 1,5 Juta Bakal Dihapus
ANDI HARTIK
Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto saat ditemui di Balai Kota Malang, Jumat (12/7/2019) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemerintah Kota Malang minta tata tertib di RW 2 Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun yang menuai sorotan agar direvisi.

Sebab, terdapat berbagai poin yang bertentangan dengan regulasi yang ada di atasnya.

Seperti ketentuan denda Rp 1,5 juta bagi warga yang kedapatan berzina, denda Rp 1 juta bagi pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan denda Rp 500.000 bagi pemakai dan pengedar narkoba.

"Zina itu tindak pidana jangan dianulir dengan denda. Narkoba itu pidana, itu jangan didenda, itu laporkan saja ke polisi," kata Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto di Balai Kota Malang, Jumat (12/7/2019).

Selain itu, ketentuan kompensasi 2 persen bagi warga yang menjual aset tanah dan rumahnya juga akan dihapus. Kompensasi itu dinilai memberatkan.

"Dihapus dan kemarin sudah sepakat. Pokoknya yang berbau pada penarikan itu dihilangkan," jelasnya.

Wasto mengatakan, keberadaan tata tertib di tingkat RT dan RW tidak masalah asalkan tidak memberatkan.

Pelaku yang Tusuk Adiknya Hingga Tewas Bekerja Sebagai Tukang Sol Sepatu, Ibunya Sedang Sakit Stroke

Menurutnya, ada kesepakatan warga yang memang harus dituangkan dalam tata tertib.

"Sejauh itu tidak memberatkan dan melanggar regulasi itu silakan," katanya.

Lurah Mulyorejo, Syahrial Hamid mengatakan, pihaknya juga sudah minta supaya tata tertib itu direvisi.

Halaman
12
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved