Akibat Kebakaran Hutan, Wilayah Kota Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap

Jarak pandang di Pekanbaru jadi berkurang akibat adanya kabut asap tersebut yang kini hanya sejauh lima kilometer.

Akibat Kebakaran Hutan, Wilayah Kota Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap
(IDON).
Seorang prajurit TNI memadamkan api karhutla di Desa Parit Baru, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (11/7/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru menimbulkan asap tipis menyelimuti wolayah Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (14/7/2019).

Jarak pandang di Pekanbaru jadi berkurang akibat adanya kabut asap tersebut yang kini hanya sejauh lima kilometer.

Dampak kebakaran hutan dan lahan itu uga terasa di wilayah Kota Dumai.

"Berdasarakan data pengamatan synoptik jam 07.00 WIB di Stamet Bandara SSK II Pekanbaru terdeteksi adanya kekaburan udara akibat smoke (asap). Jarak pandang juga lima kilometer," kata Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Sanya Gautami via telepon seluler, Minggu.

Sanya menyampaikan, pagi ini titik panas atau hotspot terdeteksi di 38 titik di wilayah Riau.

Jumlah itu meningkat dibandingkan dari pantauan satelit pada Sabtu sore, yakni 35 titik.

Titik panas di Riau tersebar di 11 kabupaten dan kota.

Di Kabupaten Siak ada 9 titik, Pelalawan 7 titik, Bengkalis 6 titik, Rokan Hilir 6 titik, Kampar 3 titik, Rokan Hulu 2 titik, Kota Pekanbaru 1 titik, Kepulauan Meranti 1 titik, Kuantan Singingi 1 titik, Indragiri Hilir 1 titik, Indragiri Hulu 1 titik.

Dari jumlah hotspot tersebut, sebanyak 20 titik berada di level confidence 70 persen atau titik api.

"Level confidence 70 persen tersebar di Kabupaten Rokan Hilir 4 titik, Siak 6 titik, Pelalawan 4 titik, Rokan Hulu 2 titik, sedangkan Bengkalis, Pekanbaru, Indragiri Hulu dan Kampar, masing-masing satu titik," kata Sanya.

Halaman
12
Editor: Naufal Fauzy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved