Budi Karya Sampaikan Program Kerja Kemenhub Periode 2019-2024, Optimalisai Pelabuhan Tanjung Priok

pihaknya akan melanjutkan pembangunan infrastruktur dan mengupayakan agar selalu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Budi Karya Sampaikan Program Kerja Kemenhub Periode 2019-2024, Optimalisai Pelabuhan Tanjung Priok
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) meninjau puing pesawat Lion Air JT 61O dan barang yang ditemukan di posko Basarnas, Terminal JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (30/10/2018). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan rencana program kerja Kementerian Perhubungan periode 2019-2024 menyusul dipublikasikannya pidato Presiden Terpilih Joko Widodo pada Minggu (14/7/2019).

Budi mengatakan, pihaknya akan melanjutkan pembangunan infrastruktur dan mengupayakan agar selalu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur akan terus dilanjutkan dan yang lebih penting lagi adalah menyambungkannya dengan kawasan industri rakyat, kawasan ekonomi khusus dan kawasan pariwisata, seperti yang akan kita lakukan di Bitung dan Labuan Bajo, serta di daerah-daerah lainnya sehingga dapat menggerakkan perekonomian daerah,” kata dia, Senin (15/7/2019).

Terkait pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Menhub mengatakan akan terus melanjutkan program Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Sekolah-Sekolah di bawah naungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Kemenhub.

“Pada tahun ini kami targetkan dapat mendiklatkan sebanyak 160 ribu orang dan kami berikan secara gratis. Melalui diklat tersebut diharapkan dapat mencetak SDM berkualitas yang memiliki keahlian dan concern akan keselamatan di bidang transportasi darat, laut dan udara,” ungkapnya.

Sementara, terkait dengan kemudahan investasi, Menhub terus mendorong dilakukannya efisiensi-efisensi di berbagai lini di sektor transportasi dalam upaya mendorong ekspor dan kemudahan investasi.

Efisiensi dilakukan dengan cara memanfaatkan teknologi informasi, memangkas aturan-aturan perizinan (deregulasi peraturan), dan menerapkan manajemen perubahan agar proses perizinan semakin cepat.

“Yang saat ini sedang kami optimalkan adalah di pelabuhan Tanjung Priok yang diharapkan dapat menjadi Pelabuhan Hub Internasional Indonesia. Kami ingin mengoptimalkan operasional Tanjung Priok 24 jam penuh,” imbuhnya.

Terakhir soal APBN yang fokus dan tepat sasaran, dia menyatakan kementeriannya akan fokus pada program-program unggulan Kementerian Perhubungan seperti: Revitalisasi sarana dan prasarana Angkutan Jalan, pengembangan Tol Laut, pembangunan Bandara di daerah terpencil, tertinggal, terdepan dan perbatasan (3TP), pembangunan jalur KA Trans Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua, serta program strategis lainnya.

“Kami akan menyusun penganggaran berbasis Money Follow Program. Program yang dianggarkan tidak terlalu banyak tapi fokus pada kegiatan inti, dan bukan pada kegiatan pendukung, sehingga dapat tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan,” kata Menhub.

 (Tribunnews.com, Reynas Abdila)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved