TKW Asal Majalengka Lolos dari Hukuman Mati di Arab Saudi Setelah Uang tebusan Rp 15,2 M Dibayarkan

Ety, WNI yang bekerja di Kota Taif, Arab Saudi itu sebelummya terancam hukuman mati akibat dituduh menjadi penyebab majikan sakit dan meninggal dunia.

TKW Asal Majalengka Lolos dari Hukuman Mati di Arab Saudi Setelah Uang tebusan Rp 15,2 M Dibayarkan
ki yulianto/tribun jabar
Keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Majalengka, Eti binti Toyib Anwar mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia, Sabtu (13/7/2019). 

Dalam keterangan Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel yang diterima Tribun beberapa waktu lalu, WNI bernama Ety Bt Toyyib Anwar asal Majalengka terbebas dari hukuman mati.

Keluarga majikan menuntut hukuman mati atau qishas.

Melalui negosiasi panjang, keluarga majikan atau ahli waris Faisal al-Ghamdi bersedia memaafkan dengan meminta diyat sebesar SR 4.000.000 atau setara dengan 15,2 miliar

Dubes Agus Maftuh menambahkan, dana tersebut merupakan hasil tabarru' (sumbangan) dari kalangan pengusaha, birokrat (termasuk dua Menteri), politisi, akademisi dan komunitas filantropi.

Dana Rp 15,2 miliar tersebut dihimpun LAZISNU (Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama) selama 7 bulan.

"Penggalangan dana bermula dari pertemuan Dubes RI dengan Fraksi PKB DPR RI di Gedung DPR Senayan Oktober 2018 dan kemudian disepakati untuk penggalangan dana sebesar 5 Miliar," kata Agus Maftuh.

Sumbangan yang mencapai angka 4 Juta Riyal tersebut terpenuhi jelang waktu deadline yaitu 30 syawal 1440 H atau 3 Juli 2019.

Hasil penggalangan dana telah dikirimkan pada tanggal 2 Juli 2019 ke rekening yang dibuat khusus oleh Pemerintah Provinsi Mekkah untuk kepentingan sumbangan diyat kasus Ety Bt Toyyib Anwar.

"Telah lengkapinya uang diyat yang diminta oleh ahli waris, maka KBRI Riyadh sudah mengirimkan nota diplomatik kepada Kerajaan Arab Saudi dan meminta Ety Bt Toyyib Anwar bisa segera dibebaskan dan dipulangkan ke Indonesia," kata dosen dan staf pengajar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Dalam tiga tahun terakhir, KBRI Riyadh berhasil membebaskan 8 WNI dari hukuman mati tanpa tebusan diyat. 

Di antaranya ada sepasang suami istri asal Indramayu.

80 TKI

Halaman
1234
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved