Polemik Izin Pemindahan Aliran Listrik Atas Commuter Line di Proyek Flyover RE Martadinata Bogor

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim juga tak mengetahui soal izin pemindahan aliran listrik atas commuter line

Polemik Izin Pemindahan Aliran Listrik Atas Commuter Line di Proyek Flyover RE Martadinata Bogor
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
proyek flyover RE Martadinata, Bogor Tengah, Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pembangunan jembatan layang atau flyover di Jalan RE Marthadinata, Kota Bogor masih terus berjalan.

Walaupun sampai saat ini pihak kontraktor belum mengetahui terkait izin pemindahan listrik aliran atas kereta commuter line sebelum memasang bagian atas jembatan.

"Untuk ini (izin dari PT KAI) lebih baik tanyakan ke PU ya mas, karena ini di luar kami," kata HSE Inspector Proyek Pembangunan flayover Jalan RE Martadinata Agam Riskalloh Al-Amin.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim juga tak mengetahui soal izin pemindahan aliran listrik atas commuter line

"Saya cek ke lapangan dulu apakah sudah ada solusinya," katanya.

Sementara itu saat ini pihak Dinas PUPR masih belum bisa dimintai keterangan.

Sebelumnya diberitakan Pemerintah Kota Bogor bersama instansi terkait mengadakan rapat pembahasan akselerasi pembangunan Flyover Martadinata di Balaikota Bogor, Jumat (24/5/2109).

Rapat kodrinasi tersebut dilakukan agar pembangunan proyek flyober berjalan lancar dan seleaai tepat waktu.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyampaikan bahwa rapat tersebut diahdiri oleh, BPTJ, Balai Besar Jalan Nasional, Kementerian Perhubungan, PT KA dan PT Brantas Abipraya selaku pelaksana pada pembangunan flyover Jalan RE Martadinata.

Dalam rapat tersebut Pemkot Bogor bersama intansi terkait melakukan pembahasan terkait pemindahan Kabel Listrik Aliran Ats (KLAA).

Seperti diketahui nantinya Flyover Martadinata akan melintang di atas jalur Kereta Rel Listrik lintas Kebon Stasiun Bogor - Stasiun Cilebut.

"Tadi kita mencoba mencari solusi terkait beberapa hal teknis dan administrasi terutama terkait izin kemenhub dan juga terkait persiapan pergeseran Kabel Listrik Aliran Atas (KLAA) milik PT KAI karena kalau izin-izin dan persetujuan dari KAI belum keluar maka kita khawatir proses pembangunannya jadi molor," katanya saat ditemui di Balaikota Bogor, Jumat (24/5/2019).

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved