Rambut Hewan Kesayangan Anda Rontok? Jangan Bingung Ini Solusinya

bulu domba yang sudah dicukur tiga hari masih bisa digunakan meskipun akan mendapatkan ekstrak lanolin yang lebih sedikit.

Rambut Hewan Kesayangan Anda Rontok? Jangan Bingung Ini Solusinya
Pixabay.com
Ilustrasi kelinci 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Mahasiswa IPB University Digsen Afriadi menemukan ide untuk membuat Tinolin, nama brand dagang suplemen pencegah kerontokan rambut pada hewan peliharaan.

Ide itu ia dapatkan saat dirinya bersama kedua rekannya, Sihabudin Asnawi dan Zarifa Olivia mendapatkan mata kuliah Inovasi Pengolahan Bulu Domba di Fakultas Peternakan IPB University.

“Salah satu pengetahuan yang saya dapatkan saat kuliah, bulu domba mengandung senyawa seperti lemak yang dapat menjaga bulu domba tetap halus dan bagus. Lalu saya dan Zarifa pada saat itu berpikir, kenapa tidak kita coba ambil lemaknya dan diberikan kepada pet animal yang mengalami masalah rambut rontok, kering atau pun rusak,” jelas Digsen.

Senyawa yang dimaksudnya adalah lanolin, menurut Digsen, sejauh ini pemanfaatan bulu domba masih belum banyak, bahkan ada peternak yang membuang lalu membakarnya.

Padahal, lanolin yang terdapat dalam bulu domba dapat menjaga wol, rambut dan kulit domba dalam keadaan baik, sehingga lanolin juga berguna untuk rambut dan juga kulit hewan kesayangan.

“Sepengetahuan saya, belum ada produk suplemen untuk hewan peliharaan, baru ada sampo. Penggunaan suplemen ini sangat simpel, hanya perlu mengoleskan Tinolin pada bagian yang ingin kita perbaiki,” ucap Digsen.

Digsen menegaskan, semua jenis domba dapat digunakan bulunya menjadi suplemen.

Yang terpenting, untuk mendapatkan lanolin yang banyak membutuhkan bulu domba yang segar.

Artinya diproses langsung setelah dicukur supaya kandungan lanolinnya tidak hilang.

Paling tidak bulu domba yang sudah dicukur tiga hari masih bisa digunakan meskipun akan mendapatkan ekstrak lanolin yang lebih sedikit.

“Sasaran kita adalah para pemilik hewan peliharaan. Kita menyadari bahwa memelihara hewan peliharaan seperti kucing, kelinci ataupun anjing sangat penting menjaga kesehatan rambut mereka. Harapannya dengan adanya Tinolin ini mampu menjawab dan memberikan solusi masalah kesehatan rambut hewan peliharaan yang rontok, rusak ataupun kering,” ujar Digsen.

Digsen dan kedua rekannya berharap karyanya yang merupakan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) 2019 ini akan membawa Tinolin ini ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Digsen dan tim berencana memperkenalkan produk PKM-PE yang berjudul ‘Tinolin : Suplemen Rambut Kering, Rusak dan Rontok Pada Pet Animal’ ini kepada para pemilik hewan peliharaan sehingga apa yang sudah dilakukannya dapat memberikan manfaat sebagaimana mestinya.

Dalam proses pembuatannya Tinolin ini di bawah bimbingan M Sriduresta Soenarno, SPt, MSc. (*)

Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved