Gunung Bromo Erupsi, Begini Penjelasan PVMBG

Diberitakan sebelumnya, masyarakat sempat panik saat erupsi Gunung Bromo pada Jumat (19/7/2019) malam.

Gunung Bromo Erupsi, Begini Penjelasan PVMBG
KOMPAS/DAHLIA IRAWATI
Pemandangan Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (12/7/2016) saat menghembuskan asap dan abu vulkanik dari proses erupsi. Status Gunung Bromo hingga kini waspada, dengan aktivitas vulkanik terus fluktuatif. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi menyebut bahwa fenomena erupsi yang terjadi di Gunung Bromo disebabkan karena hujan bersamaan dengan erupsi di sekitar Kaldera Tenger dan Gunung Bromo.

Kepala PVMBG Kasbani mengatakan bahwa kejadian aliran air disertai material batuan, abu hingga pasir yang terjadi pada tanggal 19 Juli 2019 sekitar pukul 17.00 WIB adalah fenomena alam biasa dan tidak terkait langsung dengan aktivitas erupsi Gunung Bromo.

"Kejadian banjir diakibatkan karena hujan yang terjadi di sekitar Kaldera Tengger dan puncak Gunung Bromo bersamaan dengan kejadian erupsi yang menghasilkan abu vulkanik," Kasbani melalui pesan singkatnya, Sabtu (20/7/2019).

Selain itu, dikatakan, morfologi kaldera Tengger merupakan topografi rendah yang dikelilingi oleh perbukitan sehingga jika terjadi hujan, aliran air akan bergerak ke arah dasar kaldera.

"Endapan batuan di sekitar perbukitan Kaldera Tengger dan puncak G. Bromo umumnya terdiri dari produk jatuhan yang bersifat lepas, sehingga akan mudah tergerus oleh air hujan," tuturnya.

2 Pendaki Asal Makassar Hilang di Gunung Bawakaraeng

Berdasarkan pengamatan cuaca sejak tanggal 1 hingga 18 Juli 2019 umumnya cuaca di sekitar Gunung Bromo cerah, berawan hingga mendung.

Pada tanggal 19 Juli 2019 pukul 16.43 WIB tercatat satu kali hujan gerimis.

Curah hujan tercatat di Pos PGA Bromo sebesar 0,4 mm.

"Aliran banjir berasal dari sisi barat daya lereng Gunung Bromo memutari Gunung Batok ke arah barat. Getaran banjir terekam di seismograph dengan amplitudo maksimum 1 mm dan lama gempa 3 menit 20 detik," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat sempat panik saat erupsi Gunung Bromo pada Jumat (19/7/2019) malam.

Namun, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, kondisi sudah kembali kondusif pascaerupsi.

Baim Wong Stres Tahu Paula Ngidam Buah Langka Ini, Ternyata Punya Segudang Manfaat untuk Ibu Hamil

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penjelasan PVMBG soal Erupsi Gunung Bromo ",
Penulis : Kontributor Bandung, Agie Permadi
Editor : Aprillia Ika

Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved