Viral Info Potensi Gempa 8,8 SR dan Tsunami di Selatan Jawa, Kata BMKG hingga Mitos Nyi Roro Kidul

Beberapa hari ini viral informasi tentang potensi gempa 8,8 skala richter (SR) dan tsunami dahsyat setinggi 20 meter di pantai selatan Jawa.

Viral Info Potensi Gempa 8,8 SR dan Tsunami di Selatan Jawa, Kata BMKG hingga Mitos Nyi Roro Kidul
Kompas.com
Warga melintas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang rusak akibat tsunami Selat Sunda di Kampung Nelayan, Labuan, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) melaporkan hingga Selasa (25/12) pagi jumlah korban meninggal dunia akibat tsunami Selat Sunda mencapai 481 orang, 1.216 orang luka, dan 67 orang lainya dinyatakan masih hilang. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/aww.(MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Beberapa hari ini viral informasi tentang potensi gempa 8,8 skala richter (SR) dan tsunami dahsyat setinggi 20 meter di pantai selatan Jawa.

Informasi itu awalnya diungkap oleh Pakar Tsunami dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Widjo Kongko.

Terkait informasi itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memberikan penjelasan.

Di sisi lain, mitos kisah penguasa Pantai selatan Jawa, Nyi Roro Kidul juga memberi petunjuk gempa dan tsunami dahsyat di selatan Jawa pernah terjadi ratusan tahun silam. 

Berikut rangkuman tentang viralnya potensi gempa 8,8 SR di Pantai selatan Jawa dihimpun Tribunnews.com, Minggu (21/7/2019):

1. BMKG Akui Adanya Potensi Gempa Besar

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono akhirnya buka suara soal potensi gempa besar di Pantai Selatan Jawa.

Penjelasan itu disampaikan lewat akun Instagram-nya, @daryonobmkg, Sabtu (20/7/2019).

Menurut Daryono, masyarakat harus menerima kenyataan, Indonesia rawan gempa dan tsunami.

"Khususnya wilayah selatan Jawa, keberadaan zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia merupakan generator gempa kuat," tulis Daryono.

Halaman
1234
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved