Walikota Bima Arya Berencana Kirim Tinjanya Untuk Diteliti, Ini Tujuannya

Prigi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga dilakukan untuk mengkampanyekan menolak plastik.

Walikota Bima Arya Berencana Kirim Tinjanya Untuk Diteliti, Ini Tujuannya
istimewa
Bima Arya saat bebersih Sungai Ciliiwung bersama lembaga ECOTON ( Ecological Observation and Wetlands Conservation) beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto berencana akan meneliti kandungan plastik yang ada ditubuhnya dari feses atau tinja nya sendiri.

Inisiasi penelitian tersebut bermula dari adanya aksi bebersih Sungai Ciliiwung yang diikuti oleh Warga Babakan Pasar, lembaga ECOTON ( Ecological Observation and Wetlands Conservation), dan Gede Robi Navicula beberapa waktu lalu.

Saat itu Wali Kota Bogor pun menyetujui soal penelian feses tersebut.

"Oh iya itu, tapi belum saya kirim lupa, Iya nanti itu diteliti," singkat Bima saat ditemui di Kantor PWI Kota Bogor beberapa waktu lalu.

Sementara itu Founder the party department - lembaga investigasi Kejahatan Lingkungan Jatim Prigi Arisandi yang juga ikut dalam kegiatan bebersih Ciliwung mengatakan bahwa penelitian feses tersebut nantinya akan dilakukan oleh Ecoton.

Penelitian tersebut dilakukan untuk meneliti adanya kandungan plastik dalam tubuh manusia.

"Bukan bakteri yang diteliti, tetapi mikroplastik, untuk membuktikan jika dalam tubuh kita sudah dirasuki plastik," ujarnya Senin (22/7/2019) saat dihubungi TribunnewsBogor.com.

Prigi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga dilakukan untuk mengkampanyekan menolak plastik.

"Truck sampah plastik tiap menit masuk ke lautan kita, 55% sampah yang mengapung dilaut adalah sampah plastik dan 21 persen diantaranya adalah sampah popok bayi, maka kita kampanyekan tolak plastik sekali pakai," ujarnya.

Untuk itu Ia pun mendukung Pemerintah Kota Bogor yang menerapkan regulasi pengurangan penggunaan plastik.

Tak hanya itu, prigi pun memgapresiasi kegiatan bebersih Ciliwung yang dilakukan dalam rangka naturalisasi Ciliwung.

"Kita saling mendukung dan mendorong diberlakukannya regulasi pengurangan pemakaian plastik sekali pakai, kemenangan propinsi Bali atas gugatan adupi terkait policy pengurangan plastic kresek harus ditularkan ke propinsinlain," katanya.

Meski demikian Prigi juga menyoroti banyaknya temuan sampah media di Sungai Ciliwung sebagai lemahnya oengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kota Bogor.

"Iya, lemah pengawasan dari dinas lingkungan dan dinas kesehatan, perilaku ini termasuk pidana lingkungan maka pelakunya harus dipidanakan," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved