Pemkot Bogor Minta Dispenaasi 0 rupiah untuk Pemindahan Jalur Kereta Tidak Sebidang

Hambatan tersebut dikarenakan karena Pemkot Bogor harus meminta izin PT KAI untuk memindahkan jalur kereta tidak sebidang.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Proyek pembangunan flyover atau jalan layang di Jalan RE Marthadinata, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor mengalami hambatan.

Hambatan tersebut dikarenakan karena Pemkot Bogor harus meminta izin PT KAI untuk memindahkan jalur kereta tidak sebidang.

Namun untuk pemindahan jalur tersebut diperlukan biaya.

Untuk itu Pemerintah Kota Bogor meminta dispensasi biaya pemindahan jalur kereta tidak sebidang pada proyek pembangunan jalan layang.

"Kita sedang meminta dispensasi atas kewajiban pemerintah yang memanfaatkan lintasan tidak sebidang dengan biaya sekitar 115 juta pertahun, jadi kita hanya meminta dispensasi tapi belum ada jawaban dari PT KAI tapi kita minta segera ya," katanya usai rapat paripurna, Rabu (24/7/2019).

Permintaan dispensaai itu dikarenakan Pemerintah Kota Bogor harus menyiapkan dana sekitar Rp 115 juta pertahun untuk penggunaan jalur tidak sebidang.

"Kita minta diapensasi itu baik kepada Dirjen perkereta apian dalam hal ini Kementerian Perhubungan ataupun langsung kepada PT KAI, iya jadi kita minta di 0 kan kita membayar tapi Rp 0, krena kan itununtuk kepentingan unum," ucapnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved