Polisi Tembak Polisi

Bripka RE Ditembak 7 Kali, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Setimpal

Deni menuturkan bahwa almarhum merupakan polisi sekaligus ayah yang sangat mencintai kedua anaknya.

Bripka RE Ditembak 7 Kali, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Setimpal
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Suasana haru saat pemakaman Bripka RE di Jonggol, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, JONGGOL - Pihak keluarga almarhum Bripka Rahmat Effendy sangat terpukul dengan kejadian penembakan yang menyebabkan Rahmat Effendy meninggal dunia.

Kakak kandung Rahmat Effendy, Denis, mengaku tak habis pikir dengan apa yang dilakukan oknum polisi yang menembak adiknya itu sampai tujuh kali.

"Gimana ya kalau udah kejadian seperti ini, mau gak mau hukumlah yang sesuai, yang namanya adik saya udah gak ada kan, ada anaknya, ada istrinya, kan dia juga punya keluarga, harusnya sebelum bertindak mikir dulu," kata Denis saat ditemui wartawan di Desa Singasari, Jonggol, Kabupaten Bogor jelang pemakaman, Jumat (26/7/2019).

Hal yang sama juga diungkapkan oleh kakak kandung kedua almarhum, Deni Saputra.

Deni menuturkan bahwa almarhum merupakan polisi sekaligus ayah yang sangat mencintai kedua anaknya.

Bahkan, almarhum juga sering menjenguk anak-anaknya yang menjalani pendidikan di pesantren.

"Dari pihak kami keluarga, minta diberikan keadilan, seadil-adilnya untuk pelaku sesuai hukum yang berlaku," kata Deni.

Almarhum Bripka Rahmat Effendy dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jonggol, Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor pada Jumat (26/8/2019) sore.

Prosesi pemakaman ini digelar dengan upacara militer bersama inspektur upacara Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved