Lakukan Tes 'PIES' Sebelum Jatuh Cinta Terlalu Dalam, Demi Jodoh yang Ideal

Nah, ternyata tes sidik jari juga bisa digunakan untuk menentukan jodoh masa depan yang ideal.

Lakukan Tes 'PIES' Sebelum Jatuh Cinta Terlalu Dalam, Demi Jodoh yang Ideal
variety
ilustrasi beda tinggi badan dengan pasangan 

TRIBUNNEWSBOGOR. COM - - Pernahkah Anda mendengar tentang tes sidik jari untuk menemukan potensi dan karakter seseorang?

Nah, ternyata tes sidik jari juga bisa digunakan untuk menentukan jodoh masa depan yang ideal.

Tes tersebut bernama Physical Quotient, Intellectual Quotient, Emotional Quotient dan Spiritual Quotient (PIES), gabungan antara tes sidik jari dan tes tulis.

PIES dilakukan dengan memindai kesepuluh sidik jari dan menjawab tes tulis. Hasil tes sidik jari menghasilkan bagian belahan otak yang bekerja, sementara tes tulis menghasilkan grafik pola perilaku komunikasi tampak.

"Analisa sidik jari juga bisa di pakai untuk menentukan couple atau jodoh masa depan yang ideal," ucap Didik Madani, selaku founderPIES Institute, lembaga konsultan pengembangan potensi dan karir.

Menurut pria yang juga berprofesi sebagai motivator nasional Indonesia ini, untuk menemukan jodoh ideal kita jangan sampai salah mencintai orang.

"Mencintai itu mudah tetapi membangun cinta dengan orang yang tepat adalah awal bagi pembentuk kebahagiaan dan surga pertama di dunia," ucapnya.

Menurutnya, salah mencintai orang sama dengan membuat kesalahan dalam kehidupan. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati sebelum seratus persen memberikan hati kita kepada seseorang.

"Dalam tes PIES itu ada yang namanya emotional bonding, jadi sebelum benar-benar jatuh cinta lakukan tes dahulu untuk menentukan chemistry," ucapnya.

Tes tersebut nantinya akan digunakan untuk menentukan tipe karakter seseorang. Oleh karena itu, Didik menyarankan agar mereka yang sedang bimbang menemukan pasangan tidak mudah memberikan hati kepada seseorang yang memiliki tipe yang sama.

"Itu nanti ada yang namanya blank spot atau kebutuhan emosi yang tidak terpenuhi sehingga menyebabkan kebuntuan dalam komunikasi," tambahnya.

Didik menyarankan agar tes semacam ini dilakukan oleh pasangan pada tahap awal hubungan karena di tahap itu, biasanya pasangan belum memiliki perasaan yang terlalu dalam.

"Sebaiknya, tes semacam ini juga dilakukan sebelum benar-benar jatuh cinta karena tidak ada nasihat paling baik yang bisa diterima oleh orang yang sedang jatuh cinta," tambah Didik.

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved