Teror Ngeri FinTech Ilegal, Wanita Ini Diiklankan 'Siap Digilir' Karena Telat Bayar Pinjaman Online

warga Solo, Jawa Tengah, tak menyangka dirinya akan dipermalukan oleh oknum pinjaman berbasis online (fintech) Incash karena telat membayar utang.

Teror Ngeri FinTech Ilegal, Wanita Ini Diiklankan 'Siap Digilir' Karena Telat Bayar Pinjaman Online
medium.com/Michigan FinTech
Ilustrasi FinTech 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - YI (51), warga Solo, Jawa Tengah, tak menyangka dirinya akan dipermalukan oleh oknum pinjaman berbasis online (FinTech) Incash karena telat membayar utang. 

Awalnya, YI meminjam uang ke FinTech ilegal itu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Alasan ia meminjam uang ke FinTech tersebut karena persyaratannya mudah dan cepat.

Dirinya cukup mengirimkan foto diri dan kartu identitas (KTP) melalui aplikasi online.

Tanpa disadari, aplikasi pinjaman online tersebut mengambil semua data yang ada di ponselnya.

Ngerinya Teror FinTech Bodong, Yuk Kenali Soal FinTech Dan Sukseskan Gerakan Nasional Non Tunai

Waspada Perangkap Pinjaman Online, Bisa Teror Orang-Orang di Kontak HP Hingga Kehilangan Pekerjaan

"Saya pinjam uang berbasis online untuk kebutuhan sehari-hari. Karena prosesnya cepat dan mudah," kata YI, Jumat (26/7/2019).

YI mengajukan pinjaman ke FinTech Incash sebesar Rp 1 juta.

Namun, uang yang dia terima hanya Rp 680.000.

Dalam tujuh hari ia harus mengembalikan uang pinjaman tersebut sebesar Rp 1.054.000.

Alih-alih mendapat keringanan karena telat membayar pinjaman, justru YI diteror oleh oknum pinjaman online melalui pesan short message service (SMS) maupun WhatsApp (WA).

Halaman
1234
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved