Corak Batik Bogor Lawang Salapan Endah di Butik Neng Geulis, Ternyata Punya Makna Mendalam

Butik Neng Geulis by FridAulia kini mengangkat ikon baru Kota Bogor yakni Lawang Salapan Endah.

Corak Batik Bogor Lawang Salapan Endah di Butik Neng Geulis, Ternyata Punya Makna Mendalam
istimewa/Tribun Bogor
Batik lawang salapan endah di Butik Neng Geulis by FridAulia 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tsaniyah Faidah

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Setelah sukses dengan batik angklung pada busananya, Butik Neng Geulis by FridAulia kini mengangkat ikon baru Kota Bogor yakni Lawang Salapan Endah.

Mengangkat corak ini pada batiknya lantaran mengandung simbol filosofi Pakuan Pajajaran yakni silih asih, silih asah, silih asuh.

Dikatakan oleh Frida Aulia sebagai desainer asal Bogor sekaligus pemilik Butik Neng Geulis bahwa tiga sikap tersebut menurunkan sembilan acuan kesejahteraan, diantaranya kedamaian, keramahan, dan kesantunan.

Sedangkan 10 tiang pada Lawang Salapan Endah melambangkan Dasakerta, sebuah konsep yang diabadikan dalam naskah kuno Pakuan Pajajaran.

Dasakerta, kata Frida, mengingatkan setiap orang tentang 10 hal, yaitu menjaga kebersihan secara jasmaniah maupun rohaniah.

Dengan menjaga 10 bagian dalam raga, maka 9 aspek kesejahteraan akan terwujud.

"Lawang Salapan juga menyiratkan sikap rendah hati. Sikap yang senantiasa ngalawang (mempersilakan lewat) bagi siapapun yang masuk Kota Bogor," terang Frida, Senin (5/8/2019).

Pada kesempatan ini, Neng Geulis by FridAulia mempercayakan pelukis cilik asal Kota Bogor yang masih duduk di kelas 5 SD sebagai desainernya.

Frida sendiri pun tak asal-asalan dalam memilih, sebab pelukis cilik ini sudah memiliki 400 piala, bahkan sudah mengirimkan karyanya ke luar negeri.

"Semoga sebagai generasi muda berbakat bisa turut mengembangkan batik dan menjaga budaya nusantara agar terus lestari," ucap Frida.

Ia melanjutkan, banyak simbol yang ada dalam batik tersebut, diantaranya adalah awan, gerimis, gunung salak, lawang salapan, kijang Bogor, rafflesia Bogor, daun talas, dan angkot Bogor.

Dimana kesemua simbol tersebut berada di dalam satu lingkaran Kota Bogor.

"Semoga dengan keharmonisan satu sama lain simbol yang ada bisa bersinergi, memperkaya budaya. Bersama kita bisa, bagja waluya," harapnya.

Penulis: Tsaniyah Faidah
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved