Ibadah Haji 2019

Ibadah Haji 2019 - Ini Jadwal Lontar Jumrah untuk Jemaah Haji Indonesia

Jadwal lempar jumrah ini penting dipatuhi oleh jemaah haji Indonesia untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Kompas.com
Proses lempar jumrah jemaah haji di Mekah. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Jelang pelaksanaan lempar jumrah Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan edaran  untuk jemaah haji asal Indonesia pada 10 Dzulhijjah tengah malam.

"Tadi malam kita sudah menerima surat dari Kementerian Haji Arab Saudi melalui Muassasah terkait dengan jadwal lontar jumrah baik tanggal 10, 11, 12, 13. Pada 10 Dzulhijah ketika jemaah sudah melaksanakan mabit di Muzdalifah dan lewat tengah malam menuju Mina, pada saat itulah jemaah mulai akan melakukan lempar jumrah aqobah," kata Kepala Daker Mekah, Subhan Cholid, Senin (5/8/2019).

Subhan Cholid menambahkan pada tanggal 10 Dzulhijjah itu, pemerintah Arab Saudi menetapkan bahwa untuk jemaah haji Asia Tenggara termasuk Indonesia dilarang melaksanakan jumrah sampai dengan pukul 10 pagi, dari jam 4 sampai jam 10 pagi.

"Nah ini selain juga jam itu jam yang sangat padat, juga keluarnya jemaah haji dari tenda menuju Jamarat itu memenuhi jalan, yang jalan itu sesungguhnya untuk laju kendaraan untuk mengantarkan jemaah dari Muzdalifah ke Mina," tambah Subhan Cholid.

Jadwal lempar jumrah ini penting dipatuhi oleh jemaah haji Indonesia untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

"Jadi jam-jam itu dilarang selain karena padatnya jemaah haji di Mina, dan menghindari bertabrakan dan juga peristiwa yang dulu-dulu pernah terjadi, juga untuk menghindari padatnya lalu lintas dan itu menghambat kendaraan yang mengantarkan jemaah dari Muzdalidah ke Mina," tambah Subhan.

Setelah fase kritis ini, Subhan Cholid menjelaskan pada tanggal 11 Dzulhijjah free bebas jam berapapun dari dini hari tanggal 11 sampai dini hari tanggal 12 kapan saja bebas jemaah haji Indonesia dan Asia tenggara bebas lempar jumrah.

"Kemudian tanggal 12 itu dilarangnya waktu jam 10 sampai jam 2, karena nafal awal, jemaah dari seluruh dunia berdesak-desakan mengejar afdholiahnya yang ba'da zawal, nah itu jam 10 sampai jam 2 untuk Asia Tenggara tidak diizinkan untuk melempar jumrah. Lalu kemudian tanggal 13 bebas dari pagi sampai dengan jemaah selesai melakukan nafar tsani," kata Subhan.(*)

(Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved