Kata Abimana Soal Warga yang Lebih Suka Film Luar Negeri: Sama Saudara Sendiri Suka Underestimate
Abimana, jika pemain lokal tidak terus berusaha menyajikan yang terbaik, maka industri film, khususnya, tidak akan pernah maju.
Penulis: Tsaniyah Faidah | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tsaniyah Faidah
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kecintaan masyarakat Indonesia terhadap film luar negeri sepertinya lebih besar dibanding film buatan dalam negeri.
"Film Indonesia kalau kata aku kebanyakan drama. Kalau film luar negeri genrenya lebih variatif," ujar salah seorang warga Bogor, Tania, Senin (5/8/2019).
Senada dengan Tania, Shella mengungkapkan bahwa film Indonesia cenderung bermain aman sehingga genre yang dipilih hanya yang akan ditonton oleh masyarakat saja.
Kendati demikian, ia tak memungkiri jika kualitas film Indonesia semakin baik.
Beberapa tahun belakangan pun diakuinya perkembangan industri perfilman Indonesia semakin bersinar.
"Aku sendiri mengapresiasi para sineas Indonesia yang berani ngangkat tema orisinil, edukatif, dan kreatif," ucap Shella.
Sementara itu, aktor Indonesia Abimana Aryasatya turut menanggapi soal masyarakat Indonesia yang lebih menyukai film luar negeri dibanding buatan lokal.
Menurutnya, hal tersebut sudah dianggap wajar di negeri ini, tak hanya pada film namun juga di segala bidang.
"Saya juga nggak tahu kenapa kalau sama saudara sendiri suka underestimate," ucapnya saat ditemui di Bogor, Minggu (4/8/2019) kemarin.
Namun, lanjut Abimana, jika pemain lokal tidak terus berusaha menyajikan yang terbaik, maka industri film, khususnya, tidak akan pernah maju.
"Ya mungkin gagal, tapi kalau kita tidak mau mencoba, nggak tau itu bakal gagal atau berhasil, jadi proses belajar kita bersama," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/abimana-2.jpg)