WP KPK : Perintah Presiden Ungkap Kasus Novel Baswedan 3 Bulan Harus Dipenuhi Kapolri

Tim Pencari Fakta (TPF) yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian belum berhasil juga menemukan pelakunya.

WP KPK : Perintah Presiden Ungkap Kasus Novel Baswedan 3 Bulan Harus Dipenuhi Kapolri
Kompas.com
Penyidik KPK Novel Baswedan (tengah) didampingi oleh Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif (kanan), tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) mengkritisi tenggat enam bulan pengungkapan teror penyiraman air keras Novel Baswedan oleh Tim Teknis Polri.

Sebelumnya, Tim Pencari Fakta (TPF) yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian belum berhasil juga menemukan pelakunya.

Namun, kemudian malah merekomendasikan pembentukan Tim Teknis untuk masa kerja enam bulan.

Lalu, menanggapi hasil TPF, Presiden Joko 'Jokowi' Widodo memberi perintah tiga bulan untuk Tim Teknis sejak tanggal 19 Juli 2019, kasus itu harus terungkap atau sebelum tanggal 19 Oktober 2019.

Kemudian, ternyata Tim Teknis dibentuk selama 6 bulan dan ditandatangani Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Untuk itu, Ketua WP KPK Yudi Purnomo menyatakan, pernyataan Presiden Jokowi agar pengungkapan kasus penyerangan air keras terhadap Novel dalam jangka waktu 3 bulan bisa dilakukan.

Sebab, keinginan Presiden Jokowi berbeda dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Kami berharap perintah Presiden dapat dipenuhi oleh Kapolri dan jajarannya bahkan sebelum masa waktu 3 bulan," ujar Yudi kepada pewarta, Senin (5/8/2019).

Yudi memastikan, pihaknya juga bakal menanyakan kepada Presiden Jokowi pada 19 Oktober 2019 nanti dan jika belum terungkap.

Diharapkan Yudi, Presiden Jokowi bisa membentuk TPF yang independen langsung di bawah Presiden.

Halaman
12
Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved