Gara-gara Farhat Abbas Bawa Ponsel ke Rutan, Satu Regu Anggota Polisi Dapat Teguran
Galih Ginanjar dan Pablo Benua kedapatan membawa ponsel saat petugas rutan melakukan razia.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Satu regu anggota kepolisian yang berjaga di Rutan Polda Metro Jaya mendapat teguran keras akibat lengah melakukan pengawasan sehingga pengacara Farhat Abbas dapat membawa ponsel ke dalam rutan.
"Iya satu regu yang saya tegur keras. Satu regu ada itu 10 orang," kata Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Metro Jaya AKBP Barnabas S Iman saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (6/8/2019).
Barnabas mengatakan, pihaknya telah melarang para tamu untuk merekam dan memotret tahanan saat membesuk di rutan.
Ia tak segan memberikan hukuman kepada anggotanya jika peristiwa tersebut terulang kembali.
"Kalau sampai terulang lagi, satu regu saya grounded (tidak boleh berjaga di rutan)," tegas Barnabas.
Sebelumnya diberitakan, pada tanggal 19 Juli 2019, tersangka kasus pencemaran nama baik, Galih Ginanjar dan Pablo Benua kedapatan membawa ponsel saat petugas rutan melakukan razia.
Pablo dan Galih Ginanjar pun kembali melakukan pelanggaran.
• Gara-gara Ulah Farhat Abbas, Galih Ginanjar dan Pablo Benua Mendekam di Sel Tikus Selama 14 Hari
• Jawab Sayembara Hotman Paris Rp 10 Miliar, Farhat Abbas Ngotot Hotman Dihukum : Gempa Akibat Maksiat
Mereka kedapatan membuat video dan foto dengan ponsel yang dibawa kuasa hukum mereka, Farhat Abbas di area rutan.
Foto dan video Farhat bersama para tersangka tersebut kemudian diunggah dalam akun Instagram @farhatabbasofficial pada Minggu (4/8/2019) dan Senin (5/8/2019).
Atas perbuatan keduanya, polisi kemudian menjebloskan keduanya ke dalam sel tikus selama satu minggu.
Di sel tikus keduanya tidak diperbolehkan dibesuk oleh keluarga.
Adapun kasus pencemaran nama baik itu bermula saat Galih Ginanjar melontarkan kalimat yang menghina mantan istrinya Fairuz A Rafiq dalam video di YouTube.
Video itu diunggah di akun YouTube Rey Utami dan Pablo Benua.
Dalam video itu, Rey Utami menjadi pembawa acara yang menanyakan tentang masa lalu Galih dengan Fairuz.
Galih, Pablo, dan Rey kemudian dilaporkan ke Fairuz ke polisi karena mengunggah konten asusila yang menghinanya.
Salah satunya yaitu mengenai bau ikan asin.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Farhat Abbas Bawa Ponsel ke Rutan, Satu Regu Anggota Polisi Dapat Teguran", .
Penulis : Rindi Nuris Velarosdela
Editor : Jessi Carina
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/farhat-abbas-lapor-polisi.jpg)