Mati Listrik Jabodetabek

Curhatan Karyawan PLN yang Akan Dipotong Gajinya: Kami Diuji Musibah yang Bertubi-Tubi

Pada Mei lalu, Direktur Utama PLN Sofyan Basir ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.

Curhatan Karyawan PLN yang Akan Dipotong Gajinya: Kami Diuji Musibah yang Bertubi-Tubi
Kompas.com
Anggota Komisi VII fraksi Maman Abdurahman dan Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PLN Sripeni Inten saat memberikan keterangan seusai pertemuan tertutup di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/8/2019).(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Serikat Pegawai PT PLN (Persero) menyatakan prihatin atas peristiwa yang menimpa perusahaan pelat merah penyedia setrum itu dalam beberapa bulan terakhir. 

Pada Mei lalu, Direktur Utama PLN Sofyan Basir ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.

Yang terbaru, aliran listrik PLN sempat terganggu hingga memadamkan listrik di beberapa wilayah di Pulau Jawa pada Minggu (7/8/2019).

Akibatnya PLN diminta membayar kompensasi senilai Rp. 835 miliar ke 21,9 juta pelanggannya.

Ketua Umum Serikat Pegawai PLN Yan Herimen mengatakan, dua kejadian tersebut menjadi ujian bagi para pegawai PLN.

"Kami Serikat Pegawai sungguh merasa diuji oleh musibah yang bertubi tubi, kurang lebih 4 bulan yang lalu kami dikejutkan oleh peristiwa tersandungnya Dirut (Sofyan Basir) kami dan sekarang musibah besar mengguncang lagi dimana ibu Plt Dirut (Sripeni Inten Cahyani) kami yang baru menjabat 2 hari kena hempasan yang tak kalah dahsyatnya," kata Yan kepada Tribunnews.com, Rabu (7/8/2019).

"Tapi walau demikian kami yakin semua insan PLN terutama para BOD akan kuat, tegar dan penuh keyakinan bisa melalui cobaan ini, kami tahu persis seluruh insan PLN sudah bekerja keras, bekerja cerdas dan ikhlas menunaikan kewajibannya, namun untung tak dapat raih malang tak dapat dihindari," imbuhnya.

Mantan Dirut PLN Bahas Kemungkinan Sabotase dalam Blackout : Zaman Saya Pejabatnya Diiterogasi BIN

Serikat Pekerja Ungkap Bobroknya PLN, Direksi Terancam Dicopot Jabatannya Kalau Melawan Pemerintah

Sripeni Menunduk Saat Disemprot soal Listrik, JJ Rizal : PLN Institusi Negara Masa Ngajarin Ikhlas ?

Saat ditanya mengenai rencana pemotongan gaji dan bonus karyawan demi membayar kompensasi ke pelanggan, Yan menilai kebijakan tersebut tidak bijak dan merugikan pegawai.

Menurutnya, sebagai perusahaan milik negara bila ada suatu kerugian tidak seharunya dibebankan kepada pegawai.

"Kita coba mengingat kembali musibah lumpur lapindo apakah ganti rugi terhadap rakyat yang tanahnya tertimbun lumpur lapindo itu dibebankan pada karyawan PT. Lapindo?," ucapnya.

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved