Breaking News:

Dipecat Partai Atas Tuduhan Pakai Narkoba, PKB Digugat Calegnya ke Pengadilan

Babai Suhaimi calon legislatif (Caleg) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak terima keanggotaan partai diberhentikan secara tiba-tiba.

TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Caleg PKB Babai Suhaimi (baju biru mengenakan kopiah) menunjukan surat gugatannya di PN Depok, Rabu (7/8/2019) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Babai Suhaimi calon legislatif (Caleg) Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) tidak terima keanggotaan partai diberhentikan secara tiba-tiba.

Pemberhentian tersebut, tertuang didalam surat pemecatan dirinya yang terdiri dari sejumlah poin diantaranya tidak disiplin, melanggar komitmen, hingga tuduhan memakai narkoba.

Buntut dari keberatan surat pemecatan tersebut, Babai didampingi Kuasa Hukumnya Mujahid A Latief pun menggugat DPC PKB Kota Depok, DPW PKB Provinsi Jawa Barat, dan DPP PKB Pusat hari ini di Pengadilan Negeri Kota Depok.

Mujahid mengatakan, pada Pemilu 2019 kliennya Babai mendulang suara sebanyak 12.293 dan merupakan yang terbanyak di Kota Depok.

Menurutnya, hal tersebut merupakan sebuah prestasi, akan tetapi malah dibalas dengan pemecatan dirinya.

"Bukan hanya terbanyak di dapil enam tapi suara terbanyak di Kota Depok, itu sebuah prestasi tapi dibalas dgn pemecatan," ujar Mujahid di PN Depok, Cilodong, Rabu (7/8/2019).

Perihal tuduhan kliennya memakai narkoba, Mujahid menjelaskan bahwa satu diantara sejumlah syarat untuk menjadi caleg adalah dengan menyertakan surat bebas narkoba ketika pendaftaran.

"Salah satu syarat caleg itu harus ada surat keterangan bebas narkoba dan surat itu telah dilampirkan dan diserahkan. Lalu apa otoritas orang lain bisa bilang seseorang pakai narkoba, kalau mau protes silahkan ke dokternya," ujar Mujahid.

 (TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved