Ini Kronologi Sengketa Lahan Pabrik Antara Ayah dengan Anak di Citeureup Bogor

Permasalahan sengketa pengelolaan lahan UD Sari Rasa belum menemukan titik terang.

Ini Kronologi Sengketa Lahan Pabrik Antara Ayah dengan Anak di Citeureup Bogor
Ist
Polisi berjaga di sebuah pabrik di Citeureup, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tsaniyah Faidah

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP - Permasalahan sengketa pengelolaan lahan UD Sari Rasa belum menemukan titik terang.

Kuasa Hukum Yansen Ekawijaya selaku tergugat menceritakan kronologi yang terjadi atas permasalahan antara ayah dan anak terkait sengketa pengelolaan lahan pabrik.

Berdasarkan cerita Yuni Rukmanto sebagai Kuasa Hukum Yansen bahwa perkara ini dimulai pada Agustus 2015 ketika Sony Ekawijaya selaku anak Yansen dan juga penggugat dengan segala cara ingin menguasai pabrik.

Perkara berawal saat Sony melakukan pemblokiran terhadap Sekolah Eka Wijaya bersama orang-orang yang tak dikenalnya.

Lantaran sekolah tersebut diblokir, siswa dan guru tidak dapat masuk sehingga terjadi sedikit keributan.

Berangkat dari peristiwa tersebut, istri dari Yansen yakni Yuliana Ekawijaya melaporkan Sony ke Polsek Cibinong.

Ia dibawa ke Mapolsek bersama aparat dan diperiksa selama 1 hari.

"Entah gimana yang terjadi di polsek, Yuliana dipaksa menyerahkan pengelolaan pabrik Mie dan Bihun UD Sari Rasa kepada Sony," tuturnya kepada wartawan, Rabu (7/8/2019).

Menurut Yuni, penyerahan tersebut secara hukum dianggap tidak sah.

Halaman
123
Penulis: Tsaniyah Faidah
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved