Breaking News:

Kabar Artis

Selundupkan HP Saat Jenguk Galih dan Pablo Dibilang Sensasi, Farhat Abbas Geram: Saya Cari Prestasi

Farhat Abbas meluapkan kekesalannya karena dirinya sempat disalahkan dan dibilang cari sensasi akibat membawa ponsel ke ruang tahanan.

Penulis: Uyun | Editor: Vivi Febrianti
Kolase Kompas.com/Tribunnews.com
Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua 

Bahkan, ia menyebut dirinya telah menegur satu regu yang berjaga di rutan.

Mereka mendapat teguran akibat lengah melakukan pengawasan sehingga Farhat Abbas dapat membawa ponsel ke dalam rutan.

Menurut aturan, kata Barnabas, para tamu dilarang untuk merekam dan memotret tahanan saat membesuk di rutan.

Oleh karena itu, ia tak segan memberikan hukuman kepada anggota jika peristiwa tersebut terulang kembali.

"Iya satu regu yang saya tegur keras. Satu regu ada 10 orang. Kalau sampai terulang lagi, satu regu saya grounded (tidak boleh berjaga di rutan)," kata Barnabas.

Pendapat yang sama juga diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Ia menyebut, pihaknya telah memiliki aturan ketat bagi para tamu yang ingin mengunjungi para tahanan diantaranya pengecekan barang yang akan dibawa masuk ke rutan.

Menurut Argo, Farhat Abbas telah mengelabui petugas rumah tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya untuk menyelundupkan ponsel saat menjenguk tersangka Galih Ginanjar dan Pablo Benua.

"Orang yang berbuat tidak baik itu kan tentunya ingin menggunakan modus tersendiri untuk mengelabui petugas, kelengahan petugas dan sebagainya," tandas Argo Yuwono.

Download Lagu TikTok Sungguh Ku Merasa Resah - Unduh DJ Remix Disana Menanti Disini Menunggu MP3

Kondisi Sel Tikus

Lalu, apa yang dimaksud dengan sel tikus? Pada Februari 2018, Kompas.com berkesempatan berkeliling rutan Polda Metro Jaya.

Saat itu, petugas mengajak Kompas.com memasuki salah satu blok ruang tahanan pria.

Tempatnya cukup luas, sekitar 3x6 meter. Itu belum termasuk kamar mandi yang berada di sisi paling ujung ruang tahanan.

Ruangan itu dicat warna putih tulang. Pencahayaan ruangan cukup baik dan udaranya tidak pengap.

Baunya harum karena para tahanan memasang pewangi ruangan otomatis. Kata mereka, pewangi itu pemberian keluarga saat berkunjung. Dua buah kipas angin terpasang di dinding.

Suhu di ruangan tidak membuat orang kegerahan.  Pertama kali memasuki ruang tahanan, hal pertama yang terlihat adalah sebuah undakan permanen berukuran cukup luas yang digunakan para tahanan untuk tidur.

Farhat Abbas, Galih Ginanjar dan Pablo Benua
Farhat Abbas, Galih Ginanjar dan Pablo Benua (Instagram @farhatabbasofficial)

Di atasnya tersusun rapi sejumlah kasur lipat dengan kain penutup bermotif berbeda-beda.

Menurut petugas, pintu kamar tahanan biasa akan dibuka pada pukul 10.00 hingga pukul 15.00, sehingga para tahanan dapat beraktifitas di luar ruangan hingga lapangan olah raga rutan.

Tahanan juga dapat bertemu tamu yang mengunjungi mereka dan melakukan berbagai aktifitas lain yang tak melanggar peraturan.

Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Metro Jaya AKBP Barnabas S Iman memastikan, kondisi semacam ini tidak akan dapat ditemui di sel tikus.

Gerbang sel tikus tak akan dibuka sampai masa sanksi warga rutan habis.

"Iya pintunya dikunci, tidak boleh keluar sampai lapangan," ujar Barnabas ketika dihubungi, Selasa (6/8/2019).

Hal ini juga membuat tahanan yang tengah menjalani isolasi tak akan diizinkan menemui tamu yang membesuk.

Tak hanya itu, ukuran sel tikus juga tak seluas kamar tahanan biasa. Sel tikus biasanya hanya dapat digunakan untuk satu tahanan saja.

Itulah yang menyebabkan saat Galih dan Pablo ditempatkan dalam sel tikus yang berbeda setelah melakukan pelanggaran.

Barnabas mengatakan, tahanan yang harus masuk ke sel tikus adalah mereka yang melakukan pelanggaran berat, salah satunya jika tahanan tersebut membawa ponsel dan menyalahgunakannya.

"Lalu juga meraka yang berantem, memeras sesama tahanan, dan masih banyak lagi," ujar Barnabas.

Barnabas mengatakan, sel tahanan merupakan kamar tahanan di Rutan Polda Metro Jaya yang paling ditakuti para tahanan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved