Breaking News:

Kabar Artis

Selundupkan HP Saat Jenguk Galih dan Pablo Dibilang Sensasi, Farhat Abbas Geram: Saya Cari Prestasi

Farhat Abbas meluapkan kekesalannya karena dirinya sempat disalahkan dan dibilang cari sensasi akibat membawa ponsel ke ruang tahanan.

Penulis: Uyun | Editor: Vivi Febrianti
Kolase Kompas.com/Tribunnews.com
Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Farhat Abbas meluapkan kekesalannya karena dirinya sempat disalahkan dan dibilang cari sensasi akibat membawa ponsel ke ruang tahanan.

Akibat ulah Farhat Abbas inilah, yang kena getahnya justru Galih Ginanjar dan Pablo Benua.

Keduanya dijebloskan selama 14 hari ke dalam sel tikus.

Setelah ramai pemberitaan tersebut, Farhat Abbas kesal bukan main.

Pada awalnya pengacara ini mengaku dirinya dilarang membawa ponsel ke dalam rutan.

Namun ketika menjelaskan maksudnya, Farhat Abbas pun diizinkan untuk membawa ponsel ke dalam rutan.

"Berdasarkan aturan bawa handphone itu tidak boleh. Sempat dilarang sih. Tapi saya sudah minta izin untuk dokumentasi merekam, untuk memediasi. Gak mungkin kan tahanan dibawa ke rumah.

Ya udah kalau gitu boleh, tapi jangan ada yang merusak dan bocor. Terus saya memuji bilang kondisi klien kami bagus," kata Farhat Abbas, dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com.

Ponsel iPhone 11 Bakal Meluncur Sebentar Lagi, Ini Spesifikasi dan Keunggulannya !

Bambang Trihatmodjo Dampingi Panji di Nujuh Bulanan Menantu, Kehadiran Sosok Halimah Curi Perhatian

Farhat Abbas kemudian memosting video permintaan maaf Galih Ginanjar yang berada di dalam tahanan pada Minggu (4/8/2019) dan Senin (5/8/2019).

Setelah postingan tersebut, Galih Ginanjar dan Pablo Benua malah dijebloskan ke dalam ke sel isolasi atau biasa dikenal dengan sebutan sel tikus.

Sel isolasi merupakan kamar tahanan yang diperuntukkan bagi pelanggar tata tertib di rutan.

"Tapi besok siang mereka (Pablo Benua dan Galih Ginanjar) masuk ke sel tikus," ujar Farhat Abbas.

Tak hanya sekedar dijebloskan, Pablo Benua dan Galih Ginanjar juga bahkan dilarang untuk dibesuk keluarga selama 14 hari.

Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah 8 - 9 Dzulhijjah , Ini Keutamaan Puasa Jelang Idul Adha

Anaknya Idap Penyakit Langka Williams Syndrome, Dede Sunandar Tolak Bantuan dari Orang Amerika

Lantas, Farhat Abbas mengetahui bahwa Pablo Benua dan Galih Ginajar dijebloskan ke sel tikus atas perintah Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Metro Jaya AKBP Barnabas S Iman.

"Perintah siapa? Pak Barnabas. Kemungkinan dia lihat dari CCTV. Bilang ya jangan zalim-zalim banget. Ini kan gak ada apa-apanya," akui Farhat Abbas.

Ketika aksi selundupkan ponsel ini disebut cari sensasi dan merugikan kliennya, Farhat Abbas kesal dan komplain bukan main.

Menurutnya, ia sedang mencari prestasi untuk bisa mendamaikan Galih Ginanjar, Pablo Benua, Rey Utami dengan pihak Fairuz A Rafiq.

"Ngomong bilang saya cari sensasi, kemudian merugikan klien, saya komplain. Saya gak mencari sensasi tapi prestasi. Prestasi itu bagaimana mendamaikan mereka. Karena delik aduan bisa dicabut," tegas Farhat Abbas.

Kemudian, Farhat Abbas memberikan nasihat kepada kepala tahanan untuk tidak menyulitkan kuasa hukum yang sedang berusaha membela kliennya.

"Harusnya sesama penegak hukum saling menghargai. Janganlah kepala-kepala tahanan itu menyulitkan lawyer. Pakai aturan KUHAP aja, jangan bikin aturan sendiri," tegas Farhat Abbas.

Daftar Kendaraan yang Tidak Kena Sistem Ganjil Genap DKI Jakarta

Iseng-iseng Tawarkan Sapi 1,4 Ton Via WhatsApp, Tak Disangka Pembelinya Presiden Jokowi

Farhat Abbas juga menyebut bahwa polisi telah menzalimi Pablo Benua dan Galih Ginanjar dengan menjebloskan keduanya ke sel tikus.

"Ini kezaliman kepada tahanan Polda Metro Jaya," ungkap Farhat.

Kini, Farhat Abbas mengaku akan melaporkan pejabat polisi di Polda Metro Jaya karena sudah melakukan kesewenang-wenangan kepada Galih Ginanjar dan Pablo Benua.

Galih Ginanjar kembali minta maaf dengan mengungkit jasa-jasanya pada ayah Fairuz A Rafiq
Galih Ginanjar kembali minta maaf dengan mengungkit jasa-jasanya pada ayah Fairuz A Rafiq (Instagram @lambe_turah/Fairuz A Rafiq)

"Kita juga akan melaporkan. Ini kesewenang-wenangan. Dua kali dihukum. Pertama dihukum sel tikus, kedua gak boleh ketemu keluarga. Gimana? ada apa? Upaya rekonsiliasi damai yang akan saya lakukan ini terganggu," tambah Farhat Abbas

"Bilang saja besok saya akan melaporkan Barnabas ke Propam Polri. Dia telah dzalim, malah mengumumkan seolah-olah beradu dan berperang opini dengan saya (bahwa tak mengantongi izin membawa ponsel)," kata Farhat Abbas lagi.

Menurut Farhat Abbas, tindakan pelaporannya ini juga karena dianggap pihak sana sudah mempermalukan pengacara.

"Ya atas hak asasi manusia. Ini sudah mempermalukan. Udah klien kita dimasukin ke sel tikus, tidak boleh dijenguk. Ada apa?" tanya Frahat Abbas geram.

"Ini mempermalukan pengacara. Mempermalukan banget, makanya kita laporkan saja sekalian," ujar Farhat Abbas.

Bella Hadid dan The Weeknd Putus Lagi, Sempat CLBK Selama Setahun

Raffi Ahmad Pernah Kasih Cincin Berlian ke Dede, Ternyata Hadiah Pernikahan untuk Nagita Slavina

Barnabas menyampaikan bantahannya terkait pemberian izin untuk membawa ponsel ke Rutan.

"Enggaklah, mana ada (petugas mengizinkan). Anggota saya sudah saya tanyai satu-satu, sudah dilarang. Enggak mungkin anggota saya mengizinkan, dia kan tahu aturan," ujar Barnabas.

Bahkan, ia menyebut dirinya telah menegur satu regu yang berjaga di rutan.

Mereka mendapat teguran akibat lengah melakukan pengawasan sehingga Farhat Abbas dapat membawa ponsel ke dalam rutan.

Menurut aturan, kata Barnabas, para tamu dilarang untuk merekam dan memotret tahanan saat membesuk di rutan.

Oleh karena itu, ia tak segan memberikan hukuman kepada anggota jika peristiwa tersebut terulang kembali.

"Iya satu regu yang saya tegur keras. Satu regu ada 10 orang. Kalau sampai terulang lagi, satu regu saya grounded (tidak boleh berjaga di rutan)," kata Barnabas.

Pendapat yang sama juga diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Ia menyebut, pihaknya telah memiliki aturan ketat bagi para tamu yang ingin mengunjungi para tahanan diantaranya pengecekan barang yang akan dibawa masuk ke rutan.

Menurut Argo, Farhat Abbas telah mengelabui petugas rumah tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya untuk menyelundupkan ponsel saat menjenguk tersangka Galih Ginanjar dan Pablo Benua.

"Orang yang berbuat tidak baik itu kan tentunya ingin menggunakan modus tersendiri untuk mengelabui petugas, kelengahan petugas dan sebagainya," tandas Argo Yuwono.

Download Lagu TikTok Sungguh Ku Merasa Resah - Unduh DJ Remix Disana Menanti Disini Menunggu MP3

Kondisi Sel Tikus

Lalu, apa yang dimaksud dengan sel tikus? Pada Februari 2018, Kompas.com berkesempatan berkeliling rutan Polda Metro Jaya.

Saat itu, petugas mengajak Kompas.com memasuki salah satu blok ruang tahanan pria.

Tempatnya cukup luas, sekitar 3x6 meter. Itu belum termasuk kamar mandi yang berada di sisi paling ujung ruang tahanan.

Ruangan itu dicat warna putih tulang. Pencahayaan ruangan cukup baik dan udaranya tidak pengap.

Baunya harum karena para tahanan memasang pewangi ruangan otomatis. Kata mereka, pewangi itu pemberian keluarga saat berkunjung. Dua buah kipas angin terpasang di dinding.

Suhu di ruangan tidak membuat orang kegerahan.  Pertama kali memasuki ruang tahanan, hal pertama yang terlihat adalah sebuah undakan permanen berukuran cukup luas yang digunakan para tahanan untuk tidur.

Farhat Abbas, Galih Ginanjar dan Pablo Benua
Farhat Abbas, Galih Ginanjar dan Pablo Benua (Instagram @farhatabbasofficial)

Di atasnya tersusun rapi sejumlah kasur lipat dengan kain penutup bermotif berbeda-beda.

Menurut petugas, pintu kamar tahanan biasa akan dibuka pada pukul 10.00 hingga pukul 15.00, sehingga para tahanan dapat beraktifitas di luar ruangan hingga lapangan olah raga rutan.

Tahanan juga dapat bertemu tamu yang mengunjungi mereka dan melakukan berbagai aktifitas lain yang tak melanggar peraturan.

Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Metro Jaya AKBP Barnabas S Iman memastikan, kondisi semacam ini tidak akan dapat ditemui di sel tikus.

Gerbang sel tikus tak akan dibuka sampai masa sanksi warga rutan habis.

"Iya pintunya dikunci, tidak boleh keluar sampai lapangan," ujar Barnabas ketika dihubungi, Selasa (6/8/2019).

Hal ini juga membuat tahanan yang tengah menjalani isolasi tak akan diizinkan menemui tamu yang membesuk.

Tak hanya itu, ukuran sel tikus juga tak seluas kamar tahanan biasa. Sel tikus biasanya hanya dapat digunakan untuk satu tahanan saja.

Itulah yang menyebabkan saat Galih dan Pablo ditempatkan dalam sel tikus yang berbeda setelah melakukan pelanggaran.

Barnabas mengatakan, tahanan yang harus masuk ke sel tikus adalah mereka yang melakukan pelanggaran berat, salah satunya jika tahanan tersebut membawa ponsel dan menyalahgunakannya.

"Lalu juga meraka yang berantem, memeras sesama tahanan, dan masih banyak lagi," ujar Barnabas.

Barnabas mengatakan, sel tahanan merupakan kamar tahanan di Rutan Polda Metro Jaya yang paling ditakuti para tahanan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved