7 Puslitbang Perumkim Kaji Kontruksi Masjid Agung Bogor Sebelum Pembangunan Dilanjutkan

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, bahwa Puslitbang Perumkim saat ini akan melakukan proses kajian akhir terhadap konstruksi Masjid Agung.

7 Puslitbang Perumkim Kaji Kontruksi Masjid Agung Bogor Sebelum Pembangunan Dilanjutkan
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota-Wakil Wali Kota Bogor, Bima Arya-Dedie A Rachim tinjau proyek revitalisasi Masjid Agung di Jalan Dewi Sartika, Bogor Tengah, Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pengerjaan pembangunan Masjid Agung, Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor yang dilakukan pada 2016 Oktober dan sempat mangkrak sejak Februari 2017 itu sampai saat ini masih belum bisa dilanjutkan.

Kondisi itu dikarenakan saat ini bangunan Masjid Agung masih harus melalui proses pengkajian ulang kontruksi bangunan.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melalui Pusat Penelitian Pengembangan Perumahan dan Pemukiman (Puslitbang Perumkim) akan melakukan kajian konstruksi Masjid Agung selama satu bulan kedepan.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, bahwa Puslitbang Perumkim saat ini akan melakukan proses kajian akhir terhadap konstruksi Masjid Agung.

Nantinya hasil kajian itu akan menghasilkan rekomendasi terkait dengan kekuatan konstruksi yang akan menjadi landasan dalam penyusunan revisi Detail Engineering Design (DED).

"Dari sinilah kita kemudian akan menyusun kembali revisi dari DED yang ada, kenapa, karena bisa saja ini lanjut dibangun, tapi risiko karena dari awal sudah ada kesalahan konstruksi, kira-kira begitu, tapi sejauh mana kesalahan kontruksi ini bisa dikembangkan lagi untuk pembangunan lanjutan, ini mengunggu hasil kajian," ujarnya usai melalukakan peninjaun oleh Tim Puslitbang Perumkim, Kamis (8/8/2019).

Sementara itu Tim Puslitbang Perumkin Arief Sabaruddin mengatakan, bahwa pihaknya saat ini akan memulai pemetaan terkait seberapa besar daya dukung bangunan masjid.

Nantinya kata Arif dalam pembangunan lanjutan tidak akan ada pembongkaran kontruksi bangunan.

"Insya Allah tidak ada yang mubazir dan kita bisa melanjutkan tanpa ada sedikit pun yang terbuang lagi dari sini, sinkronisasi masjid dengan alun-alun, blok F termasuk stasiun Bogor akan menjadi sebuah kawasan yang ikonik, jadi kita tidak bicara nanti masjid single building tapi kawasan terpadu," katanya.

Arif menjelaskan bahwa proses pengkajian kontruksi bangunan meliputi uji laboratorium termasuk solusi dan pengadaan pembangunan masjid diusulkan seperti halnya multiyears atau kontrak tahun jamak.

"Tim baru saja masuk menelaah hasil-hasil dari institusi yang lain, kita baru menelaah itu dan dokumen-dokumen, setelah satu bulan, PUPR akan mengeluarkan report-nya," tuturnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved