BNN Curiga Penyeludupan 200 Kilogram Ganja di Mesin Kompresor Dikendalikan Narapidana Lapas Cirebon

Keempat tersangka itu belum dapat diperiksa secara mendalam oleh penyidik BNN karena belum seluruh barang bukti berhasil diamankan.

BNN Curiga Penyeludupan 200 Kilogram Ganja di Mesin Kompresor Dikendalikan Narapidana Lapas Cirebon
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
ILUSTRASI - Barang bukti narkoba jenis ganja yang diamankan Satnarkoba Polres Bogor, Jumat (10/8/2018) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Empat kurir ganja yang diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) di halaman SDN Kramat Jati 02 Kamis (8/8/2019) petang diduga dikontrol seorang narapidana.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan, hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan sementara terhadap empat tersangka yang sudah diamankan.

"Kami menduga jaringan ini dikendalikan oleh salah satu narapidana di Lapas Cirebon," kata Arman di Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (8/8/2019).

Keempat tersangka itu belum dapat diperiksa secara mendalam oleh penyidik BNN karena belum seluruh barang bukti berhasil diamankan.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari saat memimpin penggrebekan di Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (8/8/2019)
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari saat memimpin penggrebekan di Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (8/8/2019) (TribunJakarta/Bima Putra)

Arman menuturkan mereka kesulitan membongkar paket ganja yang disembunyikan dalam mesin kompresor, tabung karbit, dan peti besi.

"Ini akan kami tindaklanjuti setelah semua bukti kami kumpulkan dan juga keterangan-keterangan dari tersangka yang kita amankan," ujarnya.

Pantauan TribunJakarta.com di halaman SDN Kramat Jati 02, hingga pukul 20.31 WIB belum semua paket ganja berhasil dikeluarkan.

Kokohnya mesin kompresor dan tabung karbit membuat BNN meminta bantuan personel Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur.

Sejak tiba sekira pukul 18.30 WIB mereka berupaya menggergaji mesin kompresor dan tabung karbit yang jadi modus penyeludupan pelaku.

Kepala Pleton Sektor 9 Cipayung Renggo Widiyanto mengatakan pihaknya tak bisa sembarang kala menggergaji karena takut merusak paket ganja.

"Kami menghindari agar jangan sampai paketnya rusak, kendalanya itu," kata Renggo.

(TribunJakarta.com, Bima Putra) 

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved