Breaking News:

Status Gunung Slamet Naik Menjadi Waspada, Pendaki Dilarang Dekati Kawah di Radius 2 Km

Selain kegempaan, ciri-ciri bakal terjadi erupsi di Gunung Slamet juga terlihat dari deformasi fisik gunung berupa penggelembungan.

(KOMPAS.COM/NAZAR NURDIN)
Pemandangan Gunung Slamet dari obyek wisata Bukit Tangkeban di Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Kamis (28/9/2017). Kini Bukit Tangkeban dikembangkan secara kreatif oleh para pemuda desa untuk menarik wisatawan datang. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Status Gunung Slamet di Provinsi Jawa Tengah dinaikan dari normal (level I) menjadi waspada (level II) oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Dengan meningkatnya status tersebut, PVMBG merekomendasikan dan mengimbau kepada masyarakat atau pendaki tidak mendekati kawah dengan radius 2 kilometer.

“Rekomendasi kita tidak ada aktivitas pendakian atau pengunjung dalam radius 2 kikometer dari kawah,” kata Kasbani, Kepala PVMBG dalam konferensi pers yang digelar di Kantor PVMBG, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (9/8/2019).

PVMBG pun mengimbau agar kelompok pendaki yang memiliki rencana untuk melakukan upacara 17 Agustus atau pengibaran bendera merah putih dengan tujuan untuk merayakan HUT RI ke 74 di atas Gunung Slamet dibatalkan.

Bikin Vlog saat Gempa Terjadi, Irish Bella Tegang Karena Alami Ini pada Kandungannya

Bongkar Alasan Cerai dari 3 Mantan Suami, Nikita Mirzani Curhat Soal Kesedihan dan Sakit

Menurut Kasbani, dengan seringnya aktivitas vulkanik yang terjadj di Gunung Slamet berupa gempa-gempa hembusan yang bisa mencapai 1.000 kali setiap hari sejak bulan Juli hingga saat ini, pihaknya belum bisa memprediksi kapan terjadinya erupsi yang bisa membahayakan pendaki dan pengunjung.

Selain kegempaan, ciri-ciri bakal terjadi erupsi di Gunung Slamet juga terlihat dari deformasi fisik gunung berupa penggelembungan.

“Kapan terjadinya erupsi kita belum tahu, tapi arah terjadinya erupsi sudah kelihatan. Kita imbau 17 Agustus jangan sampai ada upacara di radius 2 kilometer dari kawah. Di luar radius itu masih aman,” ungkapnya.

Selain khawatir terjadi erupsi mendadak, imbauan tersebut dikeluarkan PVMBG agar pendaki dan pengunjung juga tidak mendekati kawah yang sewaktu-waktu juga bisa melepaskan gas beracun.

“Adaa potensi gas yang bisa terlepas sewaktu waktu. Pengunjung dan pendaki diimbau menghindari dan menjauh dari kawah,” tandasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Status Gunung Slamet Naik Waspada, Pendaki Dilarang Dekati Kawah Radius 2 Km", .
Penulis : Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana
Editor : Aprillia Ika

Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved