Kronologi Pembunuhan Gadis dalam Karung, Korban Diajak Mabuk dan Berhubungan Intim di Rumah Kosong

Korban diajak oleh satu rekannya untuk main ke objek wisata, lalu diajak mabuk hingga pindah ke rumah kosong yang jadi tempat mayatnya ditemukan.

Kronologi Pembunuhan Gadis dalam Karung, Korban Diajak Mabuk dan Berhubungan Intim di Rumah Kosong
Facebook/Millenial Tv
Pelaku (kiri) dan korban semasa hidup, kondisi korban saat ditemukan dalam karung di rumah kosong 

Diduga, aktor di balik kasus penemuan jasad bernama NH (16) itu lebih dari satu pelaku.

Bahkan, parahnya para pelaku diketahui masih orang terdekat korban, alias saudara.

Hal itu diakui ayah korban, Imam Maliki (40) saat berada di ruang penyidik Satreskrim Polres Tegal, Senin (12/8/2019) pagi ini.

Kecelakaan Beruntun hingga 2 Temannya Tewas, Polisi Akan Periksa Anak Bupati Bengkulu Tengah

Wanita yang Kakinya Terlindas Kereta Bogor-Sukabumi Belum Bisa Dioperasi, Ini Penjelasan Dokter

"Alhamdullilah, puji syukur pelaku sudah ditangkap semua.

Katanya, satu pelaku masih saudara dengan ibu saya.

Yang jelas, semuanya saudaraan dengan saya," kata Imam kepada Tribunjateng.com.

Imam menyebut akan menyemayamkan jasad Nurkhikmah layaknya orang meninggal dunia pada umumnya.

Ilustrasi Pembunuhan
Ilustrasi Pembunuhan (JITET/Kompas.com)

Rencananya, Imam akan mengubur jenazah anaknya yang tinggal tulang belulang itu di dekat tempat kediaman di Desa Cerih sembari menunggu proses penyidikan.

"Saya akan kuburkan jasad anak saya selayaknya manusia meninggal dunia di dekat tempat kami (TPU Desa).

Anak saya dari dulu pendiam.

Saya sudah mulai curiga sejak anak saya tidak balik lagi ke rumah berbulan-bulan," ujarnya sembari menunduk, mengusap mata.

Pengakuan Pria yang Curi Celana Dalam Wanita untuk Berfantasi, Punya Pacarnya Juga Diambil

Cerita Polisi Saat Lihat Kondisi Fera yang Dimutilasi Prada DP, Ada Bercak Darah di Kamar Mandi

Hasil Otopsi

Diberitakan TribunJateng.com, otopsi dilakukan di Ruang Jenazah RSUD Dr Soeselo Slawi, Kabupaten Tegal, Sabtu (10/8/2019).

Kasubdit Dokkes Polda Jateng, AKBP Ratna Relawati mengungkapkan jasad itu sudah meninggal dan membusuk sekitar lebih dari 3 bulan yang lalu.

Namun dalam otopsi itu, AKBP Ratna menyebut identitas jasad korban sudah bisa ditentukan dari ciri-ciri khusus yang ditemukan.

"Ya, korban adalah perempuan.

Ada ciri-ciri khusus yakni gigi depan ada celahnya, sesuai rekam fisik yang kami terima.

Korban sudah meninggal tiga bulan lalu.

Tanda-tanda kekerasan tidak bisa ditemukan karena jasad sudah membusuk.(*)

(TribunnewsBogor.com/Kompas.com/TribunJateng)

Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved