Siswanya Sukses Temukan Obat Kanker Stadium 4, Guru Pembimbing Ini Malah Khawatir

Dikhawatirkan akan banyak orang memburu pohon bajakah di hutan Kalimantan Tengah untuk tujuan komersil.

Siswanya Sukses Temukan Obat Kanker Stadium 4, Guru Pembimbing Ini Malah Khawatir
Youtube Kompas TV
tayangan ketika Aiman dan Daldin, anak dari penderita kanker yang sembut, meminum air olahan Bajakah 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Keberhasilan tiga siswa SMA Negeri 2 Palangkaraya menemukan obat kanker mujarab dari pohon bajakah malah membuat gurunya khawatir.

Atas penemuan tersebut, tiga siswa SMA itu diganjar medali emas pada ajang kompetisi tingkat dunia di Seoul, Korea Selatan.

Namun, di balik penemuan dan prestasi itu, terdapat kekhawatiran pihak guru pembimbing siswa.

Kekhawatiran para guru adalah banyak orang memburu pohon itu sehingga bisa merusak hutan di Kalimantan Tengah.

Saat awal menerima informasi bahwa ada siswa dari salah satu SMA negeri di Palangkaraya yang berhasil menjuarai dan meraih medali emas atas karya ilmiah menemukan obat kanker dari pohon bajakah, Kompas.com langsung mencari informasi tambahan terkait dengan siapa siswa itu dan dari mana asal sekolahnya.

Akhirnya Kompas.com berhasil menemukan titik terang ketiga nama siswa tersebut serta asal sekolah dan nama guru pembimbing.

Ruji Alamsyah, humas SMA Negeri 2 Palangkaraya, menyambut dengan ramah dan membantu Kompas.com bertemu Helita, guru pembimbing ketiga siswa berprestasi tersebut.

Namun, rencana wawancara Helita tidak berjalan mulus.

Sempat ada penolakan dari guru pembimbing untuk diwawancarai, apalagi membuka secara utuh asal usul serta nama jelas kayu yang disebut bajakah tersebut.

Wanita di Kalimantan 10 Tahun Derita Kanker Sembuh Setelah Minum Bajakah, Begini Cara Mengolahnya

Alasannya, ia tidak ingin penemuan itu justru berdampak pada kerusakan hutan di Kalimantan Tengah.

Halaman
12
Editor: Soewidia Henaldi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved