Breaking News:

Pesulap Asal Tegal Tewas Terbakar Saat Atraksi di Depan Penonton, Minyak Tanah Diganti Pertamax

ksi berbahaya seorang pesulap asal Tegal ini membuat dirinya kehilangan nyawa. Pesulap bernama Rachmat Budiri (53) tewas setelah melakukan atraksi api

Penulis: yudhi Maulana | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Kompas.com/Andi Hartik
Jenazah Rachmat Budiri (53) atau Budi Ayuga saat dimasukkan ke dalam mobil ambulance di Kamar Mayat RSSA Kota Malang, Senin (12/8/2019). 

Kru dan pembawa acara pun panik.

Demian Aditya
Demian Aditya (Instagram)

Namun, tak disangka, disebut-sebut kalau ternyata yang berada di dalam peti itu adalah seorang stuntman bernama Edison Wishnu Wardhana.

Edison dikabarkan mengalami luka parah akibat peristiwa fatal itu.

Dalam konferensi pers yang digelar bersama istri Edison, Ayuh Dyah Utami dan kakak Edison, Demian merinci semua kejadiannya.

Ia pun lagi-lagi mengatakan alasannya baru bisa memberikan pernyataan karena dirinya kemarin langsug fokus pada kesehatan Edison.

Edison Wardhana Ucapkan Terima Kasih untuk Semua Doa, Begini Ucapannya untuk Demian

Edison Luka Parah Akibat Insiden Death Drop, Demian Akhirnya Buka Suara, Ini yang Dikatakannya

"Kita semua shok, saya dalam keadaan panik, saya sudah lama kerjasama bareng, kenal sudah 15 tahun. Saat itu istri menyaksikan, saya panik, jadi tidak kepikiran untuk update di medos atau bikin klarifikasi," ujar Demian.

Ia pun menjelaskan penyebab dari jatuhnya stuntman sekaligus sahabatnya, Edison atau yang akrab disapa Echon tersebut.

Demian pun memastikan kalau pihaknya dan tim sudah mempersiapkan pertunjukan itu sesuai dengan SOP-nya.

"Tapi di luar dugaan kita semua alami musibah, dan tidak menyalahkan siapa-siapa. Tapi saya bertanggung jawab atas kejadian ini, karena bagaimanapun juga ini acara saya yang mau bikin, saya yang membuat ilusi ini bersama Echon," ujarnya di depan istri dan kakak Echon.

Demian Aditya
Demian Aditya (Instagram)

Kemudian pada kesempatan tersebut, istri dan kakak Echon juga sepakat untuk tidak menuntut Demian atas kejadian tersebut karena menganggap kejadian itu adalah musibah bersama.

"Kita ini semua keluarga, saya juga menganggap Demian sebagai keluarga, dan menurut saya nggak ada keluarga yang akan menuntut keluarganya," kata kakak kandung Echon, Nandito.

Demian juga mengatakan kalau dirinya bahkan mendapat dukungan tak terduga dari istri Echon.

"Kita semua satu suara ini adalah musibah. Bahkan istri Echon bilang 'Demian kamu yang tabah ya menghadapi netizen, karena di sini kamu yang diterpa angin kencang banget' saya bilang saya nggak takut," ujar Demian.

Kemudian saat ditanya soal adanya keraguan pada diri Demian sebelum pertunjukan berlangsung, ia mengatakan kalau itu adalah gimmick belaka.

"Itu adalah bagian dari pertunjukan, ini adalah kemauan kita berdua untuk menghilangkan trauma, keraguan itu adalah part of the show yang kami buat," jelasnya.

Demian pun meyakinkan kalau kejadian ini tidak membuat dirinya kapok, dan ia yakin hal itu juga yang dirasakan oleh Echon.

Bahkan ia mengatakan kalau dia dan timnya akan terus berkarier, bahkan bisa membuat yang lebih dari Death Drop.

"Saya dan Echon lahir tanggal dan bulan sama, semua selera sama, percaya atau tidak kita semalam sudah bahas untuk ke depannya. Karena buat kita ini jadi trauma dan gak mau ini kejadian, kita sempet ngobrol, kita bisa bikin yang lebih gila dibanding ini. Tidak akan ada yang bisa ngeberentiin saya dan Edison, ini musibah dan semoga ini bisa bikin kita jadi lebih baik lagi," tuturnya.

"Kapok dengan kecelakaan iya, tapi kita bisa lebih baik dengan belajar dari kejadian ini," tambah Demian.

Hal itu juga dibenarkan kakak Edison, yang sempat menanyakan hal ini kepada Echon.

"Saat ditanya masih mau sulap? Masih," katanya yang kemudian disambut senyum oleh istri Echon.

(Kompas.com/Kontributor Malang, Andi Hartik)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved