Breaking News

Menengok Petani Mitra TaniGroup di Leuwiliang Bogor, Tingkat Keberhasilan 100 Persen

Untuk memastikan proyek budidaya berjalan lancar, Egi juga didampingi tim field specialist TaniFund aplikasi yang mudah diakses yaitu farmer’s app.

Tayang:
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Petani saat memanen cabai merah di Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, LEUWILIANG - Egi Gunawan (26) merupakan salah satu mitra TaniGroup asal Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor yang dinilai berhasil mengelola usaha taninya secara profesional dan modern.

Egi berhasil mengembangkan budidaya Tomat TW dan Cabai merah keriting lewat pembiayaan peer-to-peer lending dari TaniFund (TaniGroup).

Untuk memastikan proyek budidaya berjalan lancar, Egi juga didampingi tim field specialist TaniFund aplikasi yang mudah diakses yaitu farmer’s app.

Melalui program ini, Egi juga mengaku ia dan kelompok taninya bisa menghitung dan merencanakan dengan rinci mulai dari kebutuhan operasional dari sebelum masa tanam sampai masa panen.

Pemasaran hasil tani pun, ia juga tak khawatir lagi karena ada program dari TaniHub.

"Kita sebagai petani dikasih solusi di awal dengan biaya. Pemasarannya pun kita gak khawatir lagi, kita gak ngeri lagi dengan fluktuatif harga, tapi kan sekarang udah aman," kata Egi.

Program pemasaran TaniHub yang modern ini juga mampu menyerderhanakan rantai pasok yang panjang.

"Jadi ke konsumen enak, kita juga enak," kata Egi.

Dengan bantuan program tersebut, mitra petani ini dapat lebih tertata dalam mengelola usaha taninya dan juga punya kepastian soal pemasarannya.

"Ke depannya kami ingin bisa menjadi badan usaha, dan lebih banyak lagi petani yang sejahtera," ungkapnya.

Keberhasilan 100 persen

VP of Corporate Communication TaniHub, Astri Purnamasari mengatakan bahwa saat ini kebanyakan para petani tradisional terkadang tidak mendapatkan gaji dari hasil usahanya.

Misalnya ketika petani berharap dari hasil panennya namun dihadapkan dengan pemasaran yang tak sesuai harapan.

"Tidak teregister, tidak terdata, bahkan mereka tidak bisa ngikutin yang seharusnya seperti apa padahal mereka bekerjanya sama. Dengan TaniFund parameter-parameter itu kita coba masukan ke RAB-nya mereka, jadi udah dihitung," kata Astri.

Dia menjelaskan bahwa proyek-proyek TaniGroup melalui TaniFund dan TaniHub semuanya 100 persen berhasil.

Lanjut dia, pihaknya juga tidak akan ragu-ragu menghentikan proyek jika hasil analisa menunjukan budi daya itu dinilai tidak akan berhasil.

Hal itu, kata dia merupakan tanggung jawab TaniGroup terhadap semua lender (pemberi pinjaman) yang sudah memberi kepercayaan.

"Maka diawal kita lakukan feasibility study untuk janji kami ke semua lender karena ini peer to peer landing, jadi lendernya banyak, siapa pun bisa investasi di sini dan amount-nya tidak terlalu besar. Ini yang kita sebut Agriculture for Everyone," katanya.

Petani Egi yang berhasil menjalankan proyek usaha taninya ini, kata Astri juga merupakan salah satu Petani Champion dan juga Petani Influencer bagi TaniGroup.

TaniGroup mengajak para petani Indonesia untuk memaksimalkan hasil panen mereka dan memasarkannya dengan leluasa, baik kepada pembeli individu, modern channel, maupun usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Hingga saat ini sudah 25.000 petani tergabung dengan TaniGroup. Dana yang tersalurkan sudah lebih dari Rp 75 miliar kepada 2.100 petani dalam 83 proyek budidaya melalui TaniFund," tambah CEO dan Co- Founder TaniGroup, Ivan Arie Sustiawan.

TaniGroup juga memiliki gudang dan cabang yang tersebar di lima kota seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

"Ke depannya kami sudah membuat sejumlah program untuk menjangkau petani di luar pulau jawa,” pungkas Ivan.

*foto: Naufal Fauzy

4 Attachments

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved