Viral di Media Sosial

Bocah Pemulung Ini Dikira Wafat Ternyata Masih Hidup, Tangis Ayah: Maafin Bapak Gak Bisa Jaga Angga

Ketika ditemukan, bocah pemulung ini dalam keadaan duduk tertelungkup mengenakan baju merah dikira sudah meninggal dunia.

Bocah Pemulung Ini Dikira Wafat Ternyata Masih Hidup, Tangis Ayah: Maafin Bapak Gak Bisa Jaga Angga
kolase Instagram/TribunJakarta Dwi Putra Kesuma
Angga bocah pemulung yang dikabarkan meninggal ternyata masih hidup, ini tangisan sang ayah 

"Dikira bapak udah ninggal, nanti disamperin ke akhirat. Bapak ikhlas ngurusin Angga," ujar Samsudin.

Kerusuhan Papua, Wiranto : Masyarakat Jangan Terpancing dan Terpengaruh dengan Berita-berita Negatif

Sementara itu, Dewi ibunda Angga mengatakan bahwa Samsudin merupakan ayah tiri Angga.

Ayah kandung Angga, telah wafat sejak Angga berusia empat tahun dan Dewi pun menikah dengan Samsudin hingga melahirkan seorang anak yang kini menjadi adik dari Angga.

“Ayah Angga sudah meninggal sejak dia masih umur empat tahu, kemudian saya menikah sama bapak (Samsudin). Bapaknya juga sayang banget sama dia sudah kaya anak kandung sendiri,makanya sejak dengar kabar Angga meninggal dia panik terus sampai nyari kemana-mana," ujarnya.

Pergi dari rumah 2 hari sebelum Lebaran

Angga mengatakan dirinya memang pergi dari rumah untuk memulung sejak awal bulan Juni 2019.

“Sekira awal bulan Juni 2019, pergi dari rumah karena mau mulung,” ujar Angga, Senin (19/8/2019).

Hal tersebut pun dibenarkan oleh Dewi Oktaviani (42) ibunda Angga, ia mengatakan putranya tersebut pun meninggalkan rumah sejak dua hari sebelum hari Raya Idul Fitri 2019 pada Jumat (7/6/2019).

Hal tersebut nekat dilakukan Angga demi membantu perekonomian keluarganya.

”Angga bilangnya mau memulung, sudah saya larang dia tetap maksa katanya mau bantu saya, sejak saat itu Angga gak pulang ke rumah,” ujar Dewi menahan air matanya.

Ketika kabur, Angga mengaku dirinya sempat takut untuk pulang ke rumah lantaran takut dimarahi  orang tuanya.

“Takut, aku kan sudah lama gak pulang ke rumah jadi kalau pulang takut dimarahi,” katanya.

Sekarang, Angga pun sudah berkumpul kembali bersama keluarga tercintanya.

Ia pun berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya dan kembali bersekolah seperti teman-teman sebayanya. (*)

(TribunBogor/TribunJakarta)

Penulis: Uyun
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved