Breaking News:

Papua Rusuh

Tjahjo Kumolo Akan Minta Klarifikasi Sekda Papua Soal Pernyataan Papua Tanah Israel Kedua

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar mengatakan Sekda Papua bisa diberi sanksi jika terbukti mengucapkan hal yang ada di dalam video tersebut.

Humas IPB
Mendagri, Tjahjo Kumolo dan Rektor IPB, Dr Arif Satria 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan pihaknya akan segera melakukan pemanggilan dan klarifikasi atas beredarnya video Sekda Papua, TEA Hery Dosinaen yang menyebut Papua sebagai tanah Israel kedua.

Pemanggilan akan dilakukan setelah situasi di Papua dan Papua Barat mereda yang kini sedang memanas menanggapi dugaan peristiwa persekusi dan rasisme mahasiswa Papua di Jawa Timur.

“Setelah situasi di Jayapura membaik maka kami akan minta klarifikasi atas pernyataan Sekda Papua,” ungkap Tjahjo Kumolo ditemui usai melakukan rapat koordinasi di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019) siang.

Tjahjo mengatakan pihaknya kini telah memiliki video yang dimaksud.

“Dirjen Otonomi Daerah sudah punya videonya, nanti kan dipanggil,” ungkapnya.

Sebelumnya Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar mengatakan Sekda Papua bisa diberi sanksi jika terbukti mengucapkan hal yang ada di dalam video tersebut.

“Kalau memang ada kealpaan melakukan hal tersebut maka akan ada pembinaan. Kami harus cek hal tersebut karena sekarang kan ada banyak rekayasa,” ungkap Bahtiar.

Ketua DPR RI Minta Aparat Kedepankan Cara Persuasif Dalam Tangani Kerusuhan di Papua

Kerusuhan Papua, Wiranto : Masyarakat Jangan Terpancing dan Terpengaruh dengan Berita-berita Negatif

Wali Kota Malang minta maaf

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan permintaan maafnya atas insiden yang terjadi antara mahasiswa asal Papua dengan sejumlah ormas di Malang.

"Kalau mungkin ada kemarin insiden kecil atau dimaknai besar, atas nama Pemerintah Kota Malang, saya memohon maaf sebesar-besarnya," kata Sutiaji dikutip dari siaran langsung Kompas TV, Senin (19/8/2019).

Halaman
123
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved