BNN Ungkap Penyelundupan Narkoba Asal Malaysia yang Dikendalikan Penghuni Lapas Cilegon

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap penyelundupan narkoba jaringan lembaga pemasyarakatan (lapas).

BNN Ungkap Penyelundupan Narkoba Asal Malaysia yang Dikendalikan Penghuni Lapas Cilegon
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Kepala Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap penyelundupan narkoba jaringan lembaga pemasyarakatan (lapas).

Jaringan narkoba tersebut dikendalikan Adam, warga binaan pemasyarakatan (WBP) Cilegon, Banten.

Adam adalah narapidana yang sebelumnya terlibat jaringan penyelundupan narkoba jenis shabu 54 kg dan ekstasi 41.000 butir yang ditangkap BNN di Merak, Banten, pada 8 Mei 2016.

"Hari ini dilakukan penjemputan terhadap tersangka Adam dari LP Cilegon, Banten atas dugan keterlibatan dan pengendali peredaran gelap narkoba yang diselundupkan dari Malaysia, ke Indonesia melalui Jambi, dibawa ke Jakarta melalui jalan darat," ungkap Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari, Selasa (20/8/2019).

Menurut dia, upaya pengungkapan kasus jaringan narkoba Adam itu diperoleh dari informasi masyarakat.

Berdasarkan informasi masyarakat pihaknya mendapat kabar ada peredaran gelap narkotika lintas provinsi Jambi-Jakarta

Dari informasi itu, petugas mengamankan Darwis, selaku kurir, di Pelabuhan Merak, Banten.

"Petugas BNN melakukan penangkapan terhadap Darwis dan ditemukan Narkotika jenis shabu kristal 20 bungkus (30 kg,-red) yang disembunyikan di dalam ban serep mobil jenis double cabin toyota Hilux Nopol B 9807 SBB," ungkapnya.

Pada saat bersamaan, tim lainnya melakukan penangkapan tehadap Mirnawati alias Mimi di Jl. Alternatif Tol Merak, Cilegon, Banten. Lalu menangkap Akbar di Jl. Walisongo, Kota Jambi.

"Kami menemukan ekstasi sebanyak kurang lebih 31.000 butir," kata dia.

Selanjutnya dilakukan pengembangan dan menangkap Chandra sebagai penerima narkoba jenis sabu di Halaman Parkir Hotel Piducia, Jatinegara, Jakarta Timur.

Dari tangan terdakwa, petugas menyita barang bukti berupa kurang lebih 20 kg. shabu dan 31.000 butir ekstasi.

Adapun, barang bukti non narkotika berupa sembilan buah HP dan Mobil Toyota Hilux warna silver Nopol B 9807 BBS.

"Selanjutnya para tersangka dan barang bukti dibawa ke Kantor BNN Jakarta untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut," katanya.

 (Tribunnews.com, Glery Lazuardi)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved