Kayu Bajakah Kini Mulai Dieksploitasi, Dijual Dengan Harga Rp 2 Juta Per Kilo

Setelah sempat viral karena dipercaya dapat menyembuhkan kanker payudara, kayu Bajakah saat ini sudah mulai diburu dan dieksploitasi.

Kayu Bajakah Kini Mulai Dieksploitasi, Dijual Dengan Harga Rp 2 Juta Per Kilo
Facebook Bahyat Al Banjari
Penjualan kayu Bajakah sudah marak 

Setelah sempat viral karena dipercaya dapat menyembuhkan kanker payudara, kayu Bajakah saat ini sudah mulai diburu dan dieksploitasi.

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Setelah sempat viral karena dipercaya dapat menyembuhkan kanker payudara, kayu Bajakah saat ini sudah mulai diburu dan dieksploitasi.

Hal ini seperti yang dikhawatirkan guru pembimbing dari siswa SMA Negeri 2 Palangkaraya yang berhasil menemukan bahwa tanaman yang tumbuh di tengah hutan Kalimantan ini ampuh sebagai obat kanker.

Helita, nama guru pembimbing itu khawatir dan sempat tidak mau diliput media karena takut hutan-hutan di Kalimantan Tengah akan dieksploitasi pihak-pihak tertentu demi mencari keuntungan semata.

“Saya tidak mau kalau ini nanti justru akan menjadi masalah, khususnya dalam hal eksploitasi hutan Kalimantan Tengah,” ungkap Helita.

Kekhawatiran Helita pun menjadi kenyataan.

Saat ini sudah mulai banyak orang yang masuk ke dalam hutan di Kalimantan Tengah untuk memburu tanaman Bajakah sebelum akhirnya ditebang dan dijual dengan harga tinggi.

 

Bajakah Dieksploitasi1
Tanaman Bajakah mulai dieksploitasi (Facbeook Bahyat Al Banjari)

Dikutip dari HAI pada Selasa (20/8/2019), hal tersebut terungkap setelah seorang pengguna media sosial Facebook mengunggah foto-foto tentang penjualan kayu Bajakah.

Akun tersebut bernama Stalino Tanoto Saerang, pada unggahannya Kamis (15/8/2019), dia juga menyayangkan orang-orang yang mulai mengeksploitasi tanaman Bajakah untuk kepentingan pribadi itu.

“Butuh waktu lama, tahunan, puluhan, bahkan ratusan tahun untuk tumbuh & dalam beberapa hari akan 'lenyap' seluruh bajakah berbagai jenis dari hutan Borneo karena kesalahan informasi.

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved