Tanggapi Wacana Provinsi Bogor Raya, Ridwan Kamil Fokus Pemekaran Kota dan Kabupaten

Pria yang kerap disapa Emil ini menjelaskan bahwa yang menjadi urgensi di Jawa Barat adalam wilayah tingkat II atau wilayah Kabupaten dan Kota.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (22/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Terkait wacana Provinsi Bogor Raya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pemekeran menjadi provinsi bukan urgensi.

Pria yang kerap disapa Emil ini menjelaskan bahwa yang menjadi urgensi di Jawa Barat adalam wilayah tingkat II atau wilayah Kabupaten dan Kota.

"Aspirasi boleh saja, urgensinya tidak di situ. ini berkali-kali ini saya sampaikan, kalau boleh jangan ditanya lagi, ini yamg ke-8 kali saya ngejawab. Urgensi pemekaran itu ada di wilayah tingkat II," kata Emil saat ditemui TribunnewsBogor.com di Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (22/8/2019).

Emil mencontohkan perbandingan antara Jawa Barat dan Jawa Timur.

Dia menjelaskan bahwa dua provinsi ini memiliki Dana Alokasi Umum (DAU) yang berbeda.

"Kalau pemerintah tingkat II banyak, DAU dari pusat juga banyak. Jatim dengan Jabar DAU-nya bisa beda Rp 15 triliun, kenapa?, karena di Jatim 38 (wilayah), Jabar hanya 27, padahal penduduknya lebih banyak," katanya.

Dengan pemekaran wilayah tingkat II, kata Emil bisa membuat pelayanan publik lebih dekat kepada masyarakat.

"Jadi memekarkan jadi provinsi enggak urgensi, urgensinya adalah perbanyakan daerah tingkat II atau desa-desa dimekarkan sehingga pelayanan publik bisa lebih deket," pungkasnya.(*)

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved