Wacana Provinsi Bogor Raya Tak Direstui Gubernur, Bima Arya: Ibu Kota Saja Bisa Diwacanakan Pindah

penambahan batas wilayah Kota Bogor serta wacana bergabungnya Bogor dengan Jakarta.

Wacana Provinsi Bogor Raya Tak Direstui Gubernur, Bima Arya: Ibu Kota Saja Bisa Diwacanakan Pindah
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Wali Kota Bogor Bima Arya bicara soal wacana Provinsi Bogor Raya 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Ada 4 wacana terkait pengembangan wilayah administrasi Bogor yang kini ditampung oleh Pemerintah Kota Bogor.

Salah satu wacana bahkan sudah menjadi pembicaraan banyak pihak lebih dulu yakni wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sama sekali tak menyetujui adanya pembentukan Provinsi Bogor Raya.

Bahkan dengan nada sedikit kesal, pria yang kerap disapa Emil itu menjelaskan bahwa pemekaran menjadi provinsi bukanlah menjadi urgensi, kecuali pemekaran wilayah tingkat II atau tingkat kabupaten dan kota.

"Ini berkali-kali ini saya sampaikan, kalau boleh jangan ditanya lagi, ini yang ke-8 kali saya ngejawab. Urgensi pemekaran itu ada di wilayah tingkat II," kata Emil saat ditemui TribunnewsBogor.com di Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (22/8/2019).

Meski begitu, Wali Kota Bogor Bima Arya tetap mengkaji wacana Provinsi Bogor Raya tersebut bersama tim ahli IPB.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil  di Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (22/8/2019).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (22/8/2019). (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Termasuk wacana lainnya yakni perbaikan mekanisme koordinasi, penambahan batas wilayah Kota Bogor serta wacana bergabungnya Bogor dengan Jakarta.

"Ibu Kota saja bisa diwacanakan pindah. Masa batas wilayah adminsitratif tidak bisa kita kaji lagi. Mungkin bukan pada masa saya, mungkin 5 tahun lagi, mungkin masih agak panjang lagi," kata Bima Arya.

Alasan wacana tetap dikaji

Halaman
12
Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved