Warganya Enggan Gabung ke Provinsi Bogor Raya, Wali Kota : 90 % Orang Bekasi Ingin Gabung ke Jakarta

Menurut Wali Kota Bekasi Rahmat Effensi, warganya 90 persen lebih memilih gabung ke DKI Jakarta daripada Provinsi Bogor Raya.

Warganya Enggan Gabung ke Provinsi Bogor Raya, Wali Kota : 90 % Orang Bekasi Ingin Gabung ke Jakarta
Kompas.com/ANDRI DONNAL PUTERA
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi 

Warganya Enggan Gabung ke Provinsi Bogor Raya, Wali Kota : 90 % Orang Bekasi Ingin Gabung ke Jakarta

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan kalau warganya lebih memilih gabung ke DKI Jakarta daripada gabung ke Provinsi Bogor Raya.

Seperti yang diketahui, saat ini Wali Kota Bogor Bima Arya sedang melakukan kajian khusus pembentukan Provinsi Bogor Raya.

Kajian tersebut dilakukan tim khusus yang dibentuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor yang bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Rahmat Effendi memang tidak mengatakan menolak, namun ia yakin sabagian besar warganya lebih ingin gabung ke DKI Jakarta.

Saya tidak bilang menolak, sebenarnya kalau Bekasi mau dibawa ke Bogor Raya punya sejarah, Bagasasi dan Pakuan itu dulu satu kesatuan Padjajaran, kalau mau diambil lebih jauh lagi, dulu ada Taruma Negara 450 Masehi, jadi sudah ketemu," kata Rahmat Effendi dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube tvOneNews Rabu (22/8/2019).

Sementara itu kata Rahmat Effendi, jika dilihat dari sisi kebudayaannya Bekasi lebih dekat ke Jakarta.

"Kalau diambil historis secara kultur ke Jakarta budayanya sama, historisnya tahun 1950 dari karasidenan Jatinegara jadi Bekasi, asalnya Jakarta, Tahun 1976 Cilingcing dan Cakung kita serahkan ke Jakarta, Bekasi kehilangan dua wilayah," ungkapnya.

Kemudian pada Tahun 1996 terjadi pemekaran dari kabupaten menjadi kota.

"Dari aspek sejarah, aspek budaya, dan juga kedekatan persoalan-persoalan yang dibutuhkan oleh masyarakat itu sangat mudah ke Jakarta, makanya kalau Bekasi mau diajak sama Kang Bima oh lebih untung lagi, kalau Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Cianjur bikin pembentukan baru, seperti Kang Bima, itu 2/3 APBD Jawa Barat itu hilang," jelasnya.

Halaman
1234
Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved