Papua Rusuh

Jokowi Perintahkan Kapolri Tindak Tegas Oknum Penghina Mahasiswa Papua di Surabaya

Jokowi mengatakan dirinya telah memerintahkan Kapolri untuk menindak tegas para oknum penghina mahasiswa Papua.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Ardhi Sanjaya
Instagram @jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui akun Instagram pribadinya, meminta kepada rakyat Papua dan Papua Barat untuk saling memaafkan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Presiden Joko Widodo telah memerintahkan kepada kapolri untuk menindak tegas pelaku diskriminasi ras dan etnis yang terjadi beberapa hari ini.

Jokowi menegaskan, para pelaku diskriminasi ras dan etnis terhadap warga Papua ini harus ditindak tegas secara hukum.

Bahkan, Jokowi juga menyebut kalau dirinya akan segera bertemu dengan para tokoh di Papua dan Papua Barat.

Sebelumnya, sikap Jokowi sempat diprotes oleh Gubernur Papua Lukas Enembe.

Ia menyebut kalau Jokowi kurang tegas dan pernyataannya tidak mengobati perasaan warga Papua.

Menurutnya, persoalan rasisme terhadap warga Papua lebih khusus mahasiswa yang kuliah di Jawa Timur, tidak bisa diselesaikan dengan hanya minta maaf.

Menurut Lukas Enembe, proses hukum harus tetap diberlakukan bagi pelaku rasis agar kejadian serupa tidak berulang.

“Masalah rasisme terhadap masyarakat Papua tidak bisa diselesaikan dengan hanya meminta maaf. Tapi harus ada proses hukum bagi oknum-oknum pelaku, agar hal yang sama todak terulang lagi,”kata Lukas Enembe, usai melantik sejumlah pejabat eleson III dan II dilingkungan Pemprov Papua, Selasa (20/8/2019).

Ia juga mengatakan, harus ada penanganan yang serius bagi para pelaku rasisme yang meneriaki mahasiswa Papua dengan kata atau kalimat tak pantas.

“Masalah ini tidak bisa disederhanakan begitu saja, karena sudah terjadi bertahun-tahun, jadi harus ada proses hukum untuk efek jera,” kata Gubernur Papua.

Lukas Enembe juga memandang pernyataan Presiden Jokowi tidak tegas dan tidak bisa mengobati hati masyatakat Papua.

Lukas Enembe Akan Bawa Mahasiswa Papua Pulang, Staf Presiden Panik : Kakak Bukan Marah, Tenang Saja

Sandiaga Sebut Kemiskinan Penyebab Masalah di Papua, Yunarto Wijaya: Orang Kaya Dikatain Gak Marah?

“Mestinya Presiden segera perintahkan penegak hukumnya untuk tangkap para pelaku, karena ini bukan masalah baru tapi sudah berulang-ulang, pemain sepak bola Papua juga sering diaerang dengan rasis,” imbuhnya.

Gubernur melanjutkan, jika tak ada jaminan keamanan dan keadilan bagi warga Papua, pemerintah sudah memiliki opsi yakni akan memulangkan mahasiswa Papua.

“Kalau NKRI ini masih rasis, kami akan Tarik semua mahasiswa. Saya tadi sudah bicara dengan Gubernur Papua Barat untuk mereka datang ke sini dan bicara di sini untuk atur mahasiswa ditaruh di Unipa dan Uncen, kami akan tarik semua, untuk kuliah di Papua,”kata Lukas.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved