Breaking News:

Ini 4 Ancaman yang Harus Dihadapi saat Mendaki Gunung di Musim Kemarau

Mendaki gunung saat musim kemarau lebih menyenangkan ketimbang saat musim hujan.

kieferpix
Ilustrasi mendaki gunung 

Suhu dingin terjadi di sejumlah wilayah selatan Jawa. Di Malang, suhu mencapai 17 derajat Celsius. 

Semua perlengkapan itu akan sangat dibutuhkan terutama saat beristirahat di malam hari.

Fisik yang tidak bergerak saat beristirahat membuat udara dingin akan semakin terasa.

Jika tidak memakai perlengkapan memadai, dinginnya udara rawan menyebabkan risiko hipotermia.

2. Rawan kebakaran hutan

Musim kemarau identik dengan jarangnya turun hujan. Hal itu membuat kondisi padang ilalang di gunung menjadi kering sehingga rawan terbakar.

Kebakaran hutan dan lahan memang bisa diakibatkan oleh alam. Gesekan ranting yang kering akan menghasilkan api yang bisa memicu kebakaran.

Meski demikian, pendaki juga harus berusaha menjaga agar tidak terjadi kebakaran.

Salah satu caranya adalah tidak membuat api unggun atau perapian.

Bara api perapian rawan terbang saat terkena embusan angin sehingga bisa jatuh di padang ilalang kering. Hal itu tentu akan menyebabkan kebakaran.

Pendaki yang merokok juga tidak boleh membuang puntung rokoknya sembarangan.

Halaman
123
Editor: Damanhuri
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved