Breaking News:

PSI Tolak Pin Emas DPRD DKI Jakarta, M Taufik Sebut Cari Sensasi : Genit Aja Namanya Partai Baru

Menurut M Taufik, jika PSI mau jadi penjuang maka sekalian saja fasilitas lainnya juga ditolak, seperti uang rumah dan uang transport.

Kolase Tribunnews/Kompas.com
Tsamara Amany (kiri) dan M Taufik (kanan) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerindra M Taufik menuding PSI cari sensasi dengan menolak pin emas.

Menurutnya, jika PSI menolak pin emas maka sebaiknya menolak juga fasilitas lainnya yang diberikan.

Belakangan ini pin emas bagi anggota DPRD DKI terpilih memang dipersoalkan sejumlah pihak karena biaya pengadaannya mencapai Rp1,3 miliar.

Apalagi dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pada tahun tersebut.

Penolakan itu dilakukan anggota dewan dari PSI.

Rupanya penolakan itu mendapat tanggapan dari beberapa anggota lainnya, termasuk Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik.

"Genit aja ya, PSI genit aja ya, namanya juga partai baru gitu, semua itu ada aturan, ada tatarannya," kata M Taufik dilansir dari KOMPASTV Sabtu (24/8/2019).

Ia pun mengatakan, jika PSI ingin jadi pejuang sebaiknya tolak juga fasilitas lainnya yang diberikan.

"Saya kira kalau mau jadi pejuang, fasilitas lain harusnya dia menolak, saya memberi contoh dia kan sudah punya rumah, nggak usah terima dong uang perumahan, punya mobil, nggak usah terima uang transportasi kalau mau jadi pejuang," jelasnya.

Ia pun menjelaskan kalau pin itu hanya lima tahun sekali.

"Pin itu Rp 5 juta perak lima tahun, lima tahun sekali loh, dan memang sudah ada anggarannya," kata dia.

Pin Emas Anggota DPRD DKI Terpilih Sampai Rp1,3 Miliar, PSI : Mending Beli Replikanya di Online Shop

Sandiaga Uno Diisukan Kembali ke Kursi Wagub DKI, M Taufik : Nggak Mungkin !

Halaman
1234
Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved