Konferensi Internasional ke-5 Peneliti Kehutanan Indonesia Bahas Tiga Agenda Utama

BLI Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan konfrensi Internasional ke 5 Peneliti Kehutanan Indonesia.

Konferensi Internasional ke-5 Peneliti Kehutanan Indonesia Bahas Tiga Agenda Utama
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Pembukaan INAFOR dilakukan pada Selasa (27/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Badan Litbang Dan Inivasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan konfrensi Internasional ke-5 Peneliti Kehutanan Indonesia (INAFOR - Indonesia Foresty Researchers) di IPB International Convention Center, Kota Bogor.

Pembukaan INAFOR dilakukan pada Selasa (27/8/2019) dengan dihadiri oleh sekitar 700 peneliti dari luar dan dalam negeri.

Ada tiga agenda utama yang akan dibahas pada Konferensi Ke 5 INAFOR.

Diantaranya adalah seminar utama dan pameran produk iptek dan inovasi, lima seminar subtema daj open campus day ke kantor BLI Bogor Jalan Gunung Batu.

Kepala Badan Litbang Inovasi KLHK selaku Agus Justianto menjelaskan alasan pihaknya mengundang banyak peneliti dan keynote speaker dari dalam dan luar negeri.

"Karena kita ingin acara pusat penelitian dan pengembangan inovasi ini menjadi ownership dari semua pihak oleh karena itu kita melibatkan para stalkholde dari para INAFOR ini sehingga tujuan kita untuk mempromosikan bahkan memasarkan hasil hasil penelitian pengembangan dan penelitian inovasi ini bisa cepat tercapai," ujarnya.

Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2022, Malaysia Mata-matai Pemain Naturalisasi dari Indonesia

Pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Banyak Kursi yang Kosong

Nantinya kata Agus, pemerintah selaku pengambil kebijakan juba bisa membuat suatu program atau kebijakan yang berdasarkan hasil riset.

"Jadi dalam pengambilan kebijakan atau diskusi making proses itu itu berdasarkan hasil penelitian atau scientifik desk defident sehingga kebijakan yang dilaksanakan bisa sesuai dengan kondisi yang ada karena kibijakan tanpa adanya dasar kajian ilmiah ini sering tidak tepat sasaran dan kami di badan litbang dan inovasi ini diharapkan bisa dari kementerian hidup dan kehutanan karena kita menyadari karena apalagi dengan adanya komitmen dari bapak presiden bahwa hasil penelitian ini akan digunakan dalam setiap pengambilan keputusan atau kbijakan," katanya. (*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved