Demi Main Game Online, 3 Remaja Nekat Jambret Handphone Pejalan Kaki

Kepala Polsek Pulogadung Kompol Lindang Lumban mengatakan ketiganya menjambret handphone warga yang sedang berjalan kaki

Demi Main Game Online, 3 Remaja Nekat Jambret Handphone Pejalan Kaki
net
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kecanduan game online membuat tiga sekawan remaja yakni GZ (18), IB (18) dan AA (17) nekat melakukan tindak pidana hingga terancam menghabiskan masa mudanya dalam penjara.

Kepala Polsek Pulogadung Kompol Lindang Lumban mengatakan ketiganya menjambret handphone warga yang sedang berjalan kaki di Jalan Pemuda pada Rabu (28/8/2019) sekira pukul 02.00 WIB.

"Para pelaku yang mengendarai satu sepeda motor melihat korban sedang duduk di pinggir trotoar. Mereka pun mendekatinya dan langsung merampas HP milik korban," kata Lindang di Mapolsek Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (29/8/2019).

Mereka sempat berupaya kabur setelah merampas handphone yang niatnya dijual lalu hasilnya digunakan untuk menunjang kebutuhan main game online mereka.

Lindang menuturkan upaya melarikan diri mereka gagal karena panik diteriaki korban sehingga sepeda motor yang dikemudikan GZ menabrak kendaraan lain dan jatuh.

IB dan AA sempat berhasil kabur usai terjatuh, namun GZ yang tak ingin sendiri berurusan dengan polisi akhirnya buka mulut terkait keberadaan dua temannya.

"Kemudian setelah kami lakukan interogasi, tim langsung meluncur pada pukul 05.00 WIB kediaman dua tersangka lain di daerah Salemba, Jakarta Pusat," ujarnya.

Saat diamankan personel Unit Reskrim Polsek Pulogadung AA pasrah tak melawan, namun IB berupaya melarikan diri sampai akhirnya mendapat tembakan peringatan.

Meski sudah mendapat peringatan, Lindang menyebut IB tetap nekat kabur sehingga personel Unit Reskrim Polsek Pulogadung pun terpaksa menembak bagian kakinya.

Lantaran kaki kirinya dihujam timah panas, IB dirawat di RS Polri Kramat Jati sementara GZ mendekam di sel tahanan Mapolsek Pulogadung.

"Sedangkan AA, karena masih di bawah umur kami titipkan di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani (PSMP) Cipayung," tuturnya.

Saat dihadirkan ke hadapan awak media, GZ mengaku nekat menjambret handphone untuk membeli item dalam game online yang dia mainkan.

Rencananya handphone Xiaomi Redmi Note 5 A hasil rampasannya hendak dia jual ke wilayah Pasar Senen, Jakarta Pusat.

"Suka main game online di handphone, uangnya buat beli skin (item dalam game)," kata GZ.

 (TribunJakarta.com, Bima Putra)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved