Mengintip Kegiatan Pelajar Sekolah Beratap Terpal di Bogor, Berteduh Dalam Rumah Guru Saat Hujan

Pelajar SMP terbuka 1 Cijeruk tetap bersemangat meski harus belajar di ruang terbuka beratapkan terpal.

Mengintip Kegiatan Pelajar Sekolah Beratap Terpal di Bogor, Berteduh Dalam Rumah Guru Saat Hujan
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Sekolah Menengah Pertama (SMP) terbuka 1 Cijeruk atau SMP TB 911, Rabu (29/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Sinar matahari pagi menjadi penyemangat siswa siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) terbuka 1 Cijeruk atau SMP TB 911 yang menginduk pada SMPN 1 Cijeruk untuk menuntut ilmu.

Meski harus belajar di halaman depan dan halaman belakang rumah milik sang guru, para pelajar SMP terbuka 1 Cijeruk, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor ini tetap bersemangat menjalani aktifitas belajar mengajar.

Tidak ada bunyi lonceng ataupun bel sebagai pertanda dimulainya proses belajar mengajar, namun pada pukul 07.30 WIB siswa siswi sudah duduk di kursinya masing-masing.

Para guru tenaga pengajar yang merupakan relawan pendidikan pun bersiap memberikan arahan untuk para siswa siswi belajar.

Suasana Sekolah Menengah Pertama (SMP) terbuka 1 Cijeruk atau SMP TB 911, Rabu (29/8/2019).
Suasana Sekolah Menengah Pertama (SMP) terbuka 1 Cijeruk atau SMP TB 911, Rabu (29/8/2019). (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Bukan tak ingin belajar di dalam ruangan yang nyaman dengan fasilitas dan sarana dan prasarana yang memadai, namun Sekolah SMP terbuka 1 Cijeruk ini memang tidak memiliki gedung sendiri.

Alhasil halaman belakang rumah dan depan rumah milik sang guru pun dimanfaatkan sebagai tempat belajar yang nyaman meski harus beratapkan terpal.

Kronologi Terungkapnya Skenario Aulia Kesuma Bunuh Suami dan Anak Tiri, Istri Tua Pupung Berjasa

Bima Arya Hari Ini Dijadwalkan Menghadiri Diskusi bertajuk Provinsi Baru Penyangga Jakarta

Para siswa siswi pun tidak pernah mengeluh jika matahari sudah mulai berada di atas kepala mereka.

Namun yang mereka khawatirkan adalah saat hujan, karena proses belajar mengajar akan terhenti ataupun berpindah ke dalam rumah yang luasnya tidak begitu besar.

Tenaga pengajar yang merupakan relawan pendidikan Cucu Sumiati mengatakan bahwa sekolah tersebut dirintis dari 2011 oleh almarhum suaminya.

Suasana Sekolah Menengah Pertama (SMP) terbuka 1 Cijeruk atau SMP TB 911, Rabu (29/8/2019).
Suasana Sekolah Menengah Pertama (SMP) terbuka 1 Cijeruk atau SMP TB 911, Rabu (29/8/2019). (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Cucu mengatakan, tujuannya mendirikan sekolah adalah untuk memfasilitasi anak anak yang putus sekolah.

"Iya dulu itu almarhum suami mendirikan sekolah ini tahun 2011, saya juga kan sempat kerja di bagian sensus BPS, pas saya lihat ternyata banyak juga angka putus sekolah, dari situlah muncul niatan untuk bangun sekolah," katanya saat ditemui di lokasi Kamis (29/8/2019).

Sekolah Menengah Pertama (SMP) terbuka 1 Cijeruk atau SMP TB 911, Rabu (29/8/2019).
Sekolah Menengah Pertama (SMP) terbuka 1 Cijeruk atau SMP TB 911, Rabu (29/8/2019). (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Ketika itu Ia pun bersama anaknya mendatangi satu persatu pelajar yang putus sekolah.

"Iya saya dor to dor, terus ada juga yang daftar sendiri karena tau info dari alumninya atau informasi dari mulut ke mulut," ujar wanita yang juga istri pendiri sekolah.

Saat ini SMP terbuka 1 Cijeruk pun menampung sekitar 80 pelajar dari kelas 7, 8 dan sembilan.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved