Menteri Rini Soemarno Rombak Direksi di BUMN, ‎Istana Bakal Minta Penjelasan

tana, kata Ngabalin memiliki kepentingan untuk menjelaskan kepada publik terkait perombakan di perusahaan pelat merah tersebut.

Tayang:
Editor: Damanhuri
Kompas.com
Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, seusai menjadi salah satu pembicara dalam sebuah diskusi di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, Sabtu (28/7/2018). (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin ingin berkomunikasi dengan Menteri BUMN Rini Soemarno terkait kebijakan perombakan jajaran yang ada di BUMN.

Istana, kata Ngabalin memiliki kepentingan untuk menjelaskan kepada publik terkait perombakan di perusahaan pelat merah tersebut.

Ngabalin melanjutkan pihaknya ingin mengetahui apakah keputusan yang diambil Rini sebelum atau setelah ada imbauan Presiden Jokowi yang melarang anak buahnya merombak posisi Dirjen maupun Direksi BUMN hingga Oktober 2019.

Menurut Ngabalin, tidak mungkin Menteri Rini tidak mengikuti imbauan Presiden Jokowi sesuai dalam Sidang Kabinet beberapa waktu lalu.

"Tetapi saya percaya, tidak mungkin Menteri BUMN tidak sejalan dengan pernyataan Bapak Presiden, itu tidak mungkin," tegas Ngabalin.

Lebih lanjut Ngabalin juga menyayangkan sikap mantan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Suprajarto yang menolak pengangkatan sebagai direktur utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Ngabalin merasa tidak seharusnya Suprajarto menyampaikan ke publik soal penolakannya.

"Tapi itu tidak lazim dalam institusi kelembagaan BUMN, tidak lazim beliau menyampaikan pernyataan keluar," tambahnya.

Seperti diketahui, Suprajarto ditunjuk menjadi Dirut BTN menggantikan pejabat sebelumnya, Maryono.

Hal itu diputuskan Kementerian BUMN mewakili pemerintah selaku pemegang saham mayoritas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN.

Suprajarto menolak keputusan Rini, akhirnya dia mengundurkan diri sebagai pucuk pimpinan bank pelat merah.

Alasannya karena dia tidak pernah diajak bicara terkait keputusan tersebut.

Sementara itu Jokowi telah menginstruksikan para menteri untuk tidak mengeluarkan kebijakan dan merombak jabatan strategis sampai Oktober 2019 dalam Sidang Kabinet awal bulan ini.

Jabatan strategis yang dimaksud ialah direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga posisi direktur jenderal atau yang setingkat.

Alasan Suprajarto

Suprajarto, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk yang dipindahtugaskan menjadi Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk memilih mundur dari posisi barunya tersebut.

Suprajarto menggantikan Maryono melalui penetapan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN yang digelar di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Dirut BRI Suprajarto hadiri forum PBB yang berjudul
Dirut BRI Suprajarto

Tak lama berselang keputusan RUPSLB BTN, Suprajarto membuat pernyataan untuk tidak mengemban tugas yang diamanahkan kepadanya.

Suprajarto memilih untuk tidak menjalankan tugas tersebut dengan alasan tidak ada pembicaraan/musyawarah sebelumnya.

Berikut pernyataan resmi Suprajarto menanggapi keputusan RUPSLB BTN, Kamis (29/8/2019):

Assalammualaikum WRWB

Rekan media yang sangat saya sayangi dan banggakan, hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank BTN siang ini yang sudah diketahui bersama dan saya sendiri baru tahu setelah membaca berita dari media, bahwa saya ditetapkan sebagai Direktur Utama BTN.

Saya tidak pernah diajak bicara mengenai penatapan ini sebelumnya apalagi diajak musyawarah, oleh karena itu atas penetapan RUPLSB BTN hari ini saya tidak dapat menerima keputusan itu dan saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari hasil keputusan RUPSLB BTN

Kepada rekan media yang hadir terima kasih atas dukungannya ke saya sebagai Dirut BRI dan membantu saya sehingga BRI menjadi seperti sekarang ini. Pada kesempatan ini saya mohon doa pada Sabtu nanti 31 Agustus 2019, saya ada acara resepsi pernikahan anak saya paling kecil mohon doanya semoga lancar, di Ritz Carlton sekali lagi terima kasih.

(Tribunnews.com Theresia Felisiani)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved