Anies Baswedan Berharap Rusunami Dp Nol Persen Tak Disalahgunakan Penghuninya

Anies, sapaannya, menyebut terdapat aturan khusus yang disiapkan pihak Pemerintah povinsi (Pemprov) Jakarta guna mencegah hal tersebut.

Anies Baswedan Berharap Rusunami Dp Nol Persen Tak Disalahgunakan Penghuninya
Warta Kota/Rangga Baskoro
Rumah susun sederhana milik (rusunami) Klapa Village atau yang dikenal sebagai Rumah DP Rp 0, di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, ditargetkan rampung akhir Juli. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, agar rumah susun milik (rusunami) DP 0 persen Klapa Village, Jakarta Timur tak disalahgunakan penghuni untuk disewakan atau dijual.

Anies, sapaannya, menyebut terdapat aturan khusus yang disiapkan pihak Pemerintah povinsi (Pemprov) Jakarta guna mencegah hal tersebut.

"Ada mekanisme untuk menahan penyimpangan itu. Tapi kalau melihat mereka, mereka sedang bersyukur sekali punya rumah," kata Anies, saat festival DP 0 Rupiah 'Ini Rumah Gue' di Rusunami Klapa Village, Jalan Haji Naiman, Jakarta Timur, Sabtu (31/8/2019).

Sekali lagi, Anies berharap agar para penghuni rusunami Klapa Village Jakarta Timur tak menjual rumahnya.

"Mudah-mudahan sih rasanya tidak dalam posisi ingin menjual lagi," imbuh Anies.

Anies menambahkan, jika penghuni rusunami Klapa Village hendak menjual rumahnya, maka harus menjualnkembali kepada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

"Hal ini untuk menghindari kemungkinan disalahgunakannya rusunami. Karena tak bisa dijual ke pihak lain," jelas Anies.

Nantinya, lanjut Anies, pihak BLUD akan menawarkan unit rumahnya tersebut kepada calon penghuni baru.

"Dengan begitu, tidak terjadi seperti yang kita saksikan di beberapa tempat. Di beberapa tempat itu program pemerintah rumah murah, setelah dimiliki lalu dijual lagi," tutur Anies.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta, Kelik Indriyanto, mengatakan rusunami ini tidak untuk investasi.

Kelik, sapaannya, menyatakan tujuan awal dibangunnya rusunami itu agar warga Jakarta dapat memiliki rumah pertamanya.

Dia melanjutkan, proses seleksi kepemilikan rusunami teesebut dilakukan secara ketat.

"Untuk mekanisme kembali dijual pun tidak mudah, nanti akan harus melewati BLUD (Badan Layanan Umum Daerah), tidak bisa langsung ke tangan orang lain lagi. Itu mungkin untuk mencegah adanya penyalah penggunaan rumah ini untuk investasi," jelasnya.

(TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved