Kementan Akan Berikan Bantuan Peralatan Praktik ke 92 SMK Binaan

Kementan melalui Pusat Pendidikan Pertanian akan memberikan bantuan peralatan praktik Siswa SMK PP kepada 92 SMK PP.

Kementan Akan Berikan Bantuan Peralatan Praktik ke 92 SMK Binaan
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Pertemuan Evaluasi Proposal Bantuan Peralatan Siswa SMK PP Binaan Kementan di Hotel Arch Bogor pada Senin (2/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Pendidikan Pertanian akan memberikan bantuan peralatan praktik Siswa SMK PP kepada 92 SMK PP binaan Kementerian Pertanian diseluruh Indonesia.

Bantuan peralatan praktik ini disesuaikan dengan program studi dan mengacu kepada kurikulum pembelajaran di SMK PP yang mengacu kepada Teaching Factory.

Sebelum bantuan disalurkan Kementan melakukan pertemuan Evaluasi Proposal Bantuan Peralatan Siswa SMK PP Binaan Kementan dilakukan di Hotel Arch Bogor pada Senin (2/8/2019) hingga 4 September 2019.

Pada kegiatan itu juga turut hadir sebagai narasumber dari Inspektorat Jenderal Kementan dan Direktorat Pembinaan SMK PP serta Kepala Bagian Keuangan dan Perlengkapan BPPSDMP.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian Pertanian (BPPSDMP) Kementan Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan, bantuan yang diberikan harus dimanfaatkan sebagik mungkin sehingga bisa memajukan SDM di bedang pertanian.

“Bantuan peralatan praktik siswa SMK PP hendaknya disesuaikan dan focus pada pemenuhan kebutuhan sarana Pendidikan dengan mengacu kepada Teaching Factory," katanya.

Ia pun berharap agar bantuan tersebut segera dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik.

Dedi menjelaskan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan modal berharga dalam persaingan global.

Oleh karena itu, proses pendidikan vokasi harus mengalami peningkatan kompetensi peserta didik sesuai dengan kompetensi tenaga kerja yang dipersyaratkan pada dunia usaha dan dunia industri.

"Dengan kata lain, proses pembelajaran harus ada kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industry, sehingga tersinergi antar kekuatan yang dimiliki. Kurikulum yang diajarkan, disusun berdasarkan okupasi dan kompetensi kerja yang dituangkan dalam mata pelajaran dnegan proporsi teori dan praktik adalah 30% dan 70% dan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna lulusan/dunia usaha dan dunia industry," ujarnya.

Dedie menambahkan bahwa bantuan tersebut bertujuan untuk penguatan pembelajaran yang mengacu kepada Teaching Factory.

"Kita harapkan ini akan membantu peserta didik mengembangkan sikap profesionalnya, mampu berpikir secara kreatif, inovatif dan berdaya saing, sehingga setelah lulus mampu menjadi Job seeker dan job creator andal dan berjiwa entrepreneurs," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved